Blora, Tuturpedia.com – Sebuah video amatir yang memperlihatkan aksi arogan oknum yang mengaku sebagai Ketua PAC GRIB Jaya Randublatung, Blora, kini tengah menjadi perbincangan hangat publik dan Nitizen.
Dalam rekaman yang beredar luas tersebut, oknum tersebut terlihat melakukan tindakan yang jauh dari nilai-nilai organisasi, mulai dari pemaksaan fasilitas gratis hingga penghinaan terhadap aparat penegak hukum.
Kronologi Kejadian: Jual Nama Presiden demi “Free Room“
Kejadian bermula saat oknum tersebut mendatangi sebuah tempat penginapan/hiburan di wilayah Randublatung. Berdasarkan rekaman video, oknum tersebut tampak naik pitam karena permintaannya untuk mendapatkan kamar gratis (free room) ditolak oleh pihak pengelola.
Tak tanggung-tanggung, dalam luapan emosinya, ia membawa-bawa nama Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto.
“Ini anakku, Jaga Prabowo! Bukan kau jaga esek-esek!” teriaknya dengan nada mengancam sambil menunjuk-nunjuk petugas di lokasi.
Hina Institusi Polri dan Sebut “Backing” Perwira
Ketegangan semakin memuncak saat oknum tersebut melontarkan kata-kata kasar yang menghina institusi kepolisian. Ia sesumbar memiliki relasi kuat dengan oknum perwira di Mabes Polri dan Polda, seolah merasa kebal hukum.
“Paling mentok Polsek, Polres, aku sudah tahu! Besok mati kau backing-mu!” serunya dalam video tersebut. Ia juga berkali-kali menyebut istilah “AKP” dan “Mabes” untuk mengintimidasi lawan bicaranya.
Masyarakat Mendesak Tindakan Tegas
Aksi “koboi” ini memicu kemarahan netizen dan warga Blora. Banyak yang menilai tindakan oknum tersebut telah mencoreng nama baik organisasi GRIB Jaya (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu) yang dipimpin oleh Hercules Rosario Marshal, yang selama ini dikenal berkomitmen mendukung pemerintahan Prabowo secara konstitusional.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari DPC GRIB Jaya Blora maupun pihak kepolisian untuk mengusut dugaan intimidasi dan penghinaan institusi ini. Jika dibiarkan, fenomena ormas yang merasa di atas hukum ini akan terus meresahkan iklim investasi dan keamanan di daerah.
