banner 728x250
News  

Gadis di Madiun Sering Disiksa dan Diperkosa Ayah, Kakek dan Paman Secara Bergantian

Maba UNY alami kekerasan seksual. Foto: Pexels.com/RDNE Stock project
Maba UNY alami kekerasan seksual. Foto: Pexels.com/RDNE Stock project
banner 120x600

Tuturpedia.com – Gadis asal Madiun mengaku sering disiksa dan diperkosa oleh anggota keluarganya sendiri secara bergantian dari mulai kakek, ayah hingga paman. 

Dikutip Tuturpedia.com dari akun Instagram @folkshitt, Jumat (3/11/2023), Bunga (nama samaran) mengaku jika aksi bejat yang dilakukan keluarganya tersebut memiliki jadwal tersendiri.

Bunga yang tinggal terpisah dengan ibunya masih berusia 17 tahun. Alasan dia tinggal terpisah sendiri lantaran kedua orang tuanya memang sudah bercerai.

Ibu kandung Bunga tinggal di Tulungagung, sedangkan ia tinggal di Madiun bersama sang ayah. 

Peristiwa pemerkosaan terjadi berulang kali dan awalnya berlangsung pada 1 Agustus 2023.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah tidur siang, lalu sang kakek tiba-tiba memperkosanya.

Tak hanya sampai di situ, tak punya hati malamnya giliran sang ayah memperkosa korban.

Keesokan harinya saat subuh, korban juga turut diperkosa oleh pamannya. Aksi bejat tersebut dialami korban hingga 5 Agustus 2023.

Pada 6 Agustus, korban akhirnya kabur dari kediamannya dan memilih tidur dari masjid satu ke masjid lain lantaran tak memiliki kerabat. 

Didampingi oleh Koordinator LSM WKR Budi Santoso, korban melaporkan aksi bejat keluarganya ke Polres Madiun.

Sebelumnya saat kabur korban juga pernah melapor polisi, tetapi tak diproses karena minim saksi dan tidak membawa identitas. 

 “Pernah lapor ke Polres, tapi tidak diproses karena minim saksi dan tidak membawa identitas,” kata Budi Santoso.

Setelah pelaporan tersebut, Bunga pun dipertemukan dengan ibu kandungnya. Gadis tersebut langsung menangis histeris ketika menceritakan aksi bejat keluarganya.

Bunga mengaku aksi tersebut dilakukan berkali-kali, tetapi dia hanya bungkam lantaran diancam akan dibunuh oleh ketiga pelaku. 

“Mbah itu masuk kamar lalu menyetubuhi saya jam setengah 12 siang. Ayah jam setengah 10 malam, paman jam setengah 4 subuh,” tutur Bunga.

Selain diperkosa, Bunga juga mengaku sering disiksa oleh sang ayah dan juga saudaranya.

WN yang merupakan ibu kandung Bunga menyebutkan jika korban sering dipukul, ditentang, diiris punggungnya dengan silet hingga disulut oleh puntung rokok. 

Sang ibu mengaku jika dia sebenarnya ingin melaporkan aksi mantan suaminya tersebut, tetapi terkendala bukti dan juga lokasi. 

Saat ini kasus itu tengah ditangani dan diusut lebih dalam oleh Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Magribi Agung.

Pada 26 Oktober 2023, polisi melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut. 

Menurut Agung, pihaknya masih melakukan pemeriksaan korban dan penyelidikan di lapangan. 

“Belum (memeriksa terlapor). Kita masih mendalami periksaan korban dan penyelidikan di lapangan,” ujarnya.***

Penulis: Niawati

Editor: Nurul Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

tuturpedia.com - 2026