Jakarta, Tuturpedia.com — Menyambut awal tahun 2026, BION Studios bersama Spasi Moving Image resmi merilis final trailer film Suka Duka Tawa, karya sutradara Aco Tenriyagelli. Trailer ini menampilkan konflik keluarga yang semakin emosional, dengan fokus pada relasi orangtua dan anak yang penuh luka, namun juga menyimpan harapan akan kesempatan kedua.
Film Suka Duka Tawa dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Januari 2026. Bersamaan dengan perilisan final trailer, penjualan tiket Advance Ticket Sales (ATS) juga telah dibuka, termasuk promo menarik beli 1 gratis 1 yang dapat diakses melalui berbagai platform penjualan tiket.
Dalam final trailer tersebut, penonton diajak menyelami hubungan Tawa, yang diperankan Rachel Amanda, dengan kedua orangtuanya, Keset (Teuku Rifnu Wikana) dan Cantik (Marissa Anita). Hubungan keluarga ini digambarkan secara lebih dekat dan intim, memperlihatkan perasaan-perasaan terpendam yang selama ini tak pernah terucap.
Sosok Cantik digambarkan sebagai ibu yang sangat protektif terhadap Tawa, dipicu oleh trauma masa lalu yang belum sepenuhnya sembuh. Sementara itu, karakter Keset menampilkan kerapuhan seorang ayah yang kesulitan mengungkapkan perasaan bersalah saat kembali bertemu anaknya setelah lama terpisah. Dinamika tersebut menjadi inti konflik emosional yang diperkuat dalam trailer.
Antusiasme publik terhadap film ini terlihat dari kesuksesan rangkaian special screening yang digelar pada 28 Desember 2025 di 15 kota di Indonesia. Sejumlah pemutaran bahkan mencatatkan status sold out, menandakan sambutan hangat dari penonton sebelum penayangan resmi di bioskop.
Tak hanya dari sisi cerita, kekuatan emosi Suka Duka Tawa juga diperkuat melalui pemilihan original soundtrack. Lagu “Masa Sepi” dari Bernadya dan “Timur” dari The Adams menjadi latar yang menguatkan nuansa perasaan terdalam dalam hubungan orangtua dan anak.
Sutradara Aco Tenriyagelli mengungkapkan bahwa film ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan cerita yang jujur dan dekat dengan kehidupan penonton.
“Lewat film Suka Duka Tawa aku ingin ceritanya sampai ke hati penontonnya. Dengan menceritakan luka secara jujur, aku berharap secara emosi dan komedinya bisa tersampaikan dengan tulus dan memberikan refleksi,” ujar Aco.
Rachel Amanda juga berbagi pandangannya mengenai karakter Tawa yang ia perankan. Menurutnya, Tawa adalah sosok yang menggunakan humor sebagai cara berdamai dengan masa lalu.
“Tawa punya isu tidak dekat dengan sang Bapak, merasa ditinggal dari kecil. Tapi ketika bertemu kembali saat dewasa, dia mencoba memahami perjuangan ayahnya dan menggunakan humor untuk berdamai dengan apa yang dia alami,” kata Amanda.
Respons positif juga datang dari sejumlah figur publik yang telah menyaksikan film ini. Gading Marten menyebut Suka Duka Tawa sebagai film yang sangat relevan dengan kehidupan banyak orang.
“Relate banget. Pas udah pulang, senyum-senyum, ketawa-ketawa, tapi netes air mata,” ungkapnya.
Film bergenre drama, komedi, dan keluarga ini menghadirkan jajaran pemain seperti Bintang Emon, Gilang Bhaskara, Arif Brata, Enzy Storia, hingga Abdel Achrian. Dengan kombinasi tawa dan tangis, Suka Duka Tawa diharapkan menjadi tontonan reflektif untuk membuka tahun baru dengan perspektif yang lebih hangat.
Kontributor: Sarah Limbeng
