Jakarta, Tuturpedia.com – Setelah merilis teaser poster dan mendapat respons positif dari publik, film drama keluarga Titip Bunda di Surga-Mu resmi meluncurkan teaser trailer pada Kamis (9/1/2026). Film hasil kolaborasi RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures ini menampilkan potret dinamika keluarga yang sarat emosi dan relevan dengan kehidupan banyak orang.
Teaser trailer tersebut memberikan gambaran tentang benturan kasih sayang orang tua dengan tekanan ekonomi serta ego anak-anak yang sedang beranjak dewasa. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 26 Februari 2026, dan dipersiapkan sebagai tontonan keluarga untuk menyambut momen Lebaran.
Cerita berfokus pada tiga bersaudara, Alya (Acha Septriasa), Adam (Kevin Julio), dan Azzam (Abun Sungkar), yang tengah berada di titik terendah kehidupan mereka. Tekanan finansial dan ambisi yang belum tercapai membuat hubungan mereka dengan kedua orang tua, Bunda Mozza (Meriam Bellina) dan Ayah Akbar (Ikang Fawzi), semakin merenggang.
Dalam pandangan anak-anaknya, orang tua dianggap pelit, kaku, dan tidak memahami kebutuhan zaman sekarang. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar, sejauh mana seorang anak berani mencari jalan keluar meski harus mempertaruhkan keharmonisan keluarga.
Acha Septriasa mengungkapkan bahwa konflik dalam film ini sangat dekat dengan realitas anak muda masa kini.
“Karakter Alya dan adik-adiknya ini mewakili kegelisahan banyak orang. Kita sayang orang tua, tapi terkadang himpitan ekonomi dan tuntutan hidup membuat kita ‘buta’ sesaat,” ujar Acha.
Ia menambahkan bahwa teaser trailer memperlihatkan rumitnya komunikasi antara anak yang merasa tidak didengar dan orang tua yang memiliki cara mencintai yang berbeda.
Sementara itu, Meriam Bellina menghadirkan sosok Bunda Mozza sebagai ibu yang penuh kasih, namun kerap dianggap menyebalkan karena nasihatnya.
“Bunda Mozza mungkin terlihat menaruh ekspektasi besar ke anak-anaknya, tapi itu adalah bahasa cintanya. Di balik setiap wejangan atau sikap ‘pelit’ seorang ibu, seringkali tersimpan pengorbanan besar yang tidak mereka ceritakan,” tuturnya.
Film yang diadaptasi dari novel karya Dono Indarto dan Zora Vidyanata ini disutradarai oleh Hanny R. Saputra. Ia menekankan bahwa film ini bukan sekadar drama air mata.
“Ini soal hal-hal kecil yang terlewatkan karena kita terlalu sibuk. Kami berharap film ini bisa menjadi pengingat manis agar penonton lebih menghargai waktu bersama orang tua sebelum terlambat,” jelasnya.
Selain pemeran utama, film ini juga dibintangi Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, Asri Welas, dan aktor lintas generasi lainnya.
Kontributor: Sarah Limbeng
Penulis & Editor: Permadani T.
