Film Pasukan 1000 Janda Rilis Trailer dan Poster, Angkat Perjuangan Laksamana Malahayati Melawan Penjajah

TUTURPEDIA - Film Pasukan 1000 Janda Rilis Trailer dan Poster, Angkat Perjuangan Laksamana Malahayati Melawan Penjajah
banner 120x600

Jakarta, Tuturpedia.com — Film Indonesia kembali menghadirkan kisah perjuangan perempuan dalam balutan aksi kolosal. Film Pasukan 1000 Janda, garapan sutradara Archie Hekagery bersama rumah produksi Manara Films, resmi memperkenalkan trailer dan poster terbarunya. Mengusung genre historical fantasy action, film ini mengangkat kisah Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee dari Aceh yang berjuang melawan penjajah.

Film Pasukan 1000 Janda dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Menghadirkan perpaduan sejarah, fantasi, dan aksi, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang membawa penonton menyelami perjuangan para perempuan Aceh di tengah ancaman armada Belanda.

Trailer yang dirilis memperlihatkan pertempuran besar antara pasukan perempuan bersenjatakan rencong dan menguasai ilmu bela diri melawan armada kapal perang Belanda yang dilengkapi meriam. Pertarungan berlangsung di laut dan daratan Aceh, menghadirkan gambaran konflik yang menegangkan sekaligus memperlihatkan keberanian para perempuan dalam mempertahankan tanah kelahiran mereka.

Film ini tidak hanya menampilkan adegan pertempuran, tetapi juga mengangkat kisah kehilangan yang menjadi titik awal perjuangan. Para perempuan yang kehilangan suami dan keluarga akibat peperangan memilih bangkit dari duka. Mereka kemudian membentuk pasukan untuk menghadapi kekuatan musuh yang jauh lebih besar.

Menghadirkan Sejarah Indonesia dalam Balutan Film Aksi

Sutradara Archie Hekagery ingin membawa kisah Laksamana Malahayati ke layar lebar melalui pendekatan film aksi yang epik dan sinematik. Menurutnya, sejarah Indonesia memiliki banyak cerita besar yang layak diangkat dengan skala produksi yang menarik bagi penonton masa kini.

“Lewat film Pasukan 1000 Janda, saya ingin membuat penonton merasakan bagaimana kalau kisah Laksamana Malahayati hadir sebagai sebuah action movie yang epik dan sinematik. Sejarah Indonesia memiliki cerita sebesar film action,” ujar sutradara Archie Hekagery.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran pendekatan yang digunakan dalam film ini. Alih-alih hanya menghadirkan sejarah melalui penuturan peristiwa masa lampau, Pasukan 1000 Janda menerjemahkannya menjadi rangkaian adegan aksi, pertempuran laut, pertarungan pedang, dan konflik yang melibatkan nasib masyarakat Aceh.

Latar waktu film berada di Selat Malaka pada 1599. Dalam sinopsisnya, kisah dimulai beberapa tahun setelah Malahayati berhasil menghancurkan armada Portugis yang mengancam perairan Aceh. Namun, setelah kemenangan tersebut, sang laksamana menghilang tanpa jejak.

Ketika ancaman baru datang dari Belanda, keberadaan Malahayati kembali menjadi pertanyaan. Armada Belanda yang dipimpin Cornelis berlayar menuju Selat Malaka untuk merebut jalur perdagangan strategis Nusantara. Serangan mereka membawa penderitaan bagi masyarakat Aceh, termasuk perempuan yang kehilangan suami dan anggota keluarga.

Di tengah situasi tersebut, para perempuan mengambil keputusan untuk melawan. Mereka membentuk pasukan yang dikenal sebagai Pasukan 1000 Janda, dengan satu tujuan utama, yakni mempertahankan rumah dan tanah yang mereka cintai.

Atiqah Hasiholan Perankan Laksamana Malahayati

Aktris Atiqah Hasiholan dipercaya memerankan Laksamana Malahayati, sosok sentral dalam film ini. Karakter tersebut digambarkan sebagai pemimpin perempuan yang perkasa, berani, dan mampu mengambil keputusan di tengah situasi sulit.

Bagi Atiqah, kisah Malahayati dan pasukan Inong Balee tidak berhenti sebagai cerita sejarah. Semangat mereka masih memiliki relevansi dengan kehidupan perempuan Indonesia saat ini, terutama mengenai keberanian memimpin dan menentukan pilihan hidup.

“400 tahun berlalu. Perempuan tetap punya alasan untuk berdiri dan memimpin. Malahayati adalah seorang laksamana, warrior, namun juga seorang perempuan, ibu, dan istri. Kompleksitas itulah yang membuat sosoknya menarik untuk dibawa ke layar lebar, dan perannya sebagai perempuan yang serba bisa melakukan apapun serta berjuang meski harus mengalami rasa kehilangan itulah yang juga tetap relevan dengan para perempuan sekarang,” ujar Atiqah Hasiholan.

Kutipan tersebut memperlihatkan bahwa film ini tidak hanya menempatkan Malahayati sebagai tokoh pemimpin militer. Ia juga dihadirkan sebagai perempuan dengan berbagai peran dan pengalaman emosional yang membentuk perjalanan hidupnya.

Melalui karakter tersebut, penonton diajak melihat bahwa keberanian bukan berarti tidak merasakan kehilangan atau kesedihan. Sebaliknya, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses seseorang untuk mengambil sikap dan memperjuangkan sesuatu yang dianggap penting.

Tasha Siahaan Pelajari Dialek Aceh dan Koreografi Aksi

Selain Atiqah Hasiholan, film ini menampilkan sejumlah aktris yang memerankan anggota pasukan Inong Balee. Mereka di antaranya Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani.

Tasha Siahaan memerankan Dahlia, salah satu anggota pasukan perempuan yang ikut berjuang menghadapi penjajah. Untuk mendalami karakternya, Tasha menjalani proses pembelajaran yang mencakup aksen dialek Aceh, koreografi aksi, hingga sejarah perjuangan perempuan.

“Bagiku film Pasukan 1000 Janda sangat relevan dengan kondisi saat ini. Sampai sekarang kita masih sering melihat banyak kelompok perempuan yang berani bersuara dan melawan saat tanah kelahiran dan tanah tinggalnya terancam. Semangat juang para perempuan ini yang akan menghidupkan dan memberikan nilai lebih dari kisah historical fantasy action di layar lebar,” ujar Tasha Siahaan.

Pernyataan Tasha menegaskan bahwa perjuangan para perempuan dalam film ini dapat dibaca lebih luas daripada sekadar pertempuran bersenjata. Keberanian mereka juga berkaitan dengan upaya mempertahankan ruang hidup, keluarga, dan tempat yang mereka anggap sebagai rumah.

Deretan Pemain dan Tim Produksi

Selain Atiqah Hasiholan, Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani, film ini turut dibintangi Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, serta Ron Smoorenburg.
Ron Smoorenburg merupakan aktor laga asal Belanda yang pernah menjadi lawan main Jackie Chan dalam film Who Am I?. Kehadirannya menambah jajaran pemain internasional dalam produksi ini.

Film Pasukan 1000 Janda disutradarai Archie Hekagery dan diproduseri Yuda Wirafianto. Mifta Nur Rizki bertindak sebagai ko-produser, sedangkan Bunga Mentari menjadi produser eksekutif.

Trailer dan poster yang dirilis menjadi pengenalan awal terhadap dunia yang dibangun dalam film tersebut. Melalui pertempuran kapal, ombak laut, pertarungan pedang, dan pasukan perempuan yang bersiap menghadapi penjajah, film ini menawarkan gambaran sejarah dalam skala aksi kolosal.

Dengan menggabungkan kisah Laksamana Malahayati, perjuangan Inong Balee, dan pengalaman kehilangan yang mengubah kehidupan para perempuan, Pasukan 1000 Janda berupaya menghadirkan perspektif tentang keberanian dan perlawanan.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Informasi terbaru mengenai film dapat diikuti melalui akun Instagram @pasukan1000janda dan @manara.studios.
Kontributor: Sarah Limbeng |Editor: Permadani T.

tuturpedia.com - 2026