Tuturpedia.com — Film terbaru produksi Palari Films berjudul Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) dipastikan akan menjalani world premiere di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Kabar ini diumumkan secara resmi pada 16 Januari 2026 dan menjadi pencapaian penting bagi perfilman Indonesia di kancah internasional. Film ini disutradarai oleh Edwin, salah satu sineas Indonesia yang konsisten menembus festival film dunia.
Pada Berlinale 2026, Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) akan diputar dalam program Berlinale Special Midnight. Program ini dikenal sebagai ruang kurasi khusus untuk karya-karya sinema inovatif dan beragam, termasuk film-film bergenre yang memiliki pendekatan artistik kuat. Kehadiran film ini menandai eksplorasi Edwin ke wilayah horor fantasi dengan perspektif yang khas dan berbeda.
Edwin mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini. “Bersyukur bisa menampilkan karya terbaru saya di Berlinale, dan kembali untuk ketiga kalinya film panjang saya ditayangkan di Berlinale. Berlin International Film Festival menjadi salah satu festival penting di dunia, dan ini menjadi awal yang baik bagi perjalanan film terbaru kami,” ujar Edwin.
Film ini dibintangi oleh deretan aktor lintas generasi, antara lain Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, dan Sal Priadi. Selain itu, film ini juga memperkenalkan aktor pendatang baru Luqman Hakim yang memerankan karakter Kev. Kombinasi pemain ini menghadirkan warna tersendiri dalam narasi horor fantasi yang diusung.
Menariknya, dalam trailer internasional yang telah dirilis, penonton akan melihat sisi berbeda dari Iqbaal Ramadhan. Penampilannya disebut belum pernah ia tampilkan dalam film-film sebelumnya, memperkuat rasa penasaran publik terhadap karakter yang ia perankan dalam film ini.
Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) ditulis oleh Edwin bersama sastrawan Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga. Film ini diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, serta merupakan proyek ko-produksi internasional yang melibatkan Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Kolaborasi lintas negara ini menunjukkan skala ambisius dari proyek tersebut.
Produser Meiske Taurisia menyebut pemutaran perdana di Berlinale sebagai langkah strategis. “Sebuah awal yang baik untuk Palari Films memperkenalkan film Monster Pabrik Rambut ke penonton internasional, apalagi di program Berlinale Special Midnight. Program yang bergengsi sekaligus aksesibel bagi penonton,” ujarnya.
Berlinale bukanlah festival yang asing bagi Edwin. Film panjang keduanya, Kebun Binatang (Postcards from the Zoo), pernah berkompetisi di Main Competition Berlinale ke-62. Sementara Aruna & Lidahnya ditayangkan dalam program Culinary Cinema, dan film pendeknya Trip to the Wound juga pernah diputar di Berlinale 2009.
Selain akan tayang di Berlinale, Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) juga dijadwalkan rilis di bioskop Indonesia tahun ini. Palari Films mengajak publik untuk mengikuti perkembangan terbaru film ini melalui akun Instagram resmi mereka, @palarifilms.
Kontributor: Sarah Limbeng















