Jakarta, Tuturpedia.com — Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan pencapaian gemilang dari film horor terbaru berjudul Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Film produksi Soraya Intercine Films ini resmi menembus angka 1 juta penonton sejak penayangannya di momen Lebaran 2026.
Capaian tersebut sekaligus mempertegas bahwa sosok legendaris Suzzanna masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Film ini juga menjadi bukti bahwa warisan (legacy) sang Ratu Horor Indonesia tetap hidup dan terus dicintai lintas generasi.
Diproduseri oleh Sunil Soraya, film ini menjadi karya ketiga dari adaptasi waralaba Suzzanna yang sukses meraih predikat blockbuster. Bahkan, film ini tercatat sebagai salah satu film Lebaran tahun ini yang berhasil menembus angka satu juta penonton, memperkuat dominasi genre horor di pasar film nasional.
Aktris utama, Luna Maya, yang memerankan karakter Suzzanna, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai bukti kuat bahwa sosok Suzzanna masih dirindukan oleh penggemarnya.
“Raihan 1 juta penonton untuk Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa adalah bukti bahwa sosok Bunda Suzzanna begitu dicintai dan dirindukan oleh para penggemarnya. Terima kasih untuk penonton Indonesia yang telah mendukung film ini, dan rasanya sangat manis karena ini adalah film Lebaran pertamaku,” ujar Luna Maya.
Tak hanya menjadi film Lebaran pertama bagi Luna Maya, film ini juga menjadi satu-satunya proyek layar lebar yang dibintanginya sepanjang tahun 2026. Hal ini semakin menambah nilai spesial dari kesuksesan film tersebut.
Produser Sunil Soraya menegaskan bahwa film ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Suzzanna yang telah menjadi ikon dalam dunia perfilman Indonesia. Ia juga menyebut adanya hubungan panjang antara rumah produksi Soraya Intercine Films dengan sosok Suzzanna di masa lalu.
“Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa adalah bentuk penghormatan dari Soraya Intercine Films yang telah memiliki hubungan erat dan sejarah panjang bersama Suzzanna hingga ia menjadi ikon di perfilman Indonesia. Kami merasa terhormat bisa memberikan tribut yang terbaik untuk Suzzanna melalui film ini,” kata Sunil Soraya.
Sementara itu, sutradara Azhar Kinoi Lubis turut menyampaikan apresiasi kepada penonton yang telah menikmati film ini di bioskop. Ia menyoroti pengalaman sinematik yang dihadirkan dalam film sebagai salah satu daya tarik utama.
“Terima kasih penonton yang sudah seru-seruan dan menikmati pengalaman menonton yang penuh adegan sinematik nan epik,” ujar Azhar Kinoi Lubis.
Dari segi cerita, film ini mengangkat kisah balas dendam yang dibalut dengan unsur cinta dan konflik batin. Dikisahkan Suzzanna yang diperankan Luna Maya harus menghadapi kenyataan pahit setelah ayahnya tewas akibat santet yang dilakukan oleh Bisman, seorang penguasa desa yang kejam.
Didorong oleh dendam, Suzzanna kemudian mempelajari ilmu santet untuk membalas perbuatan tersebut. Namun, dalam perjalanannya, ia justru dihadapkan pada konflik emosional saat jatuh cinta kepada Pramuja, seorang pria taat agama yang tidak mengetahui rahasia kelamnya.
Konflik memuncak ketika Suzzanna harus memilih antara melanjutkan dendam atau mempertaruhkan segalanya demi cinta. Alur cerita ini menjadi daya tarik tersendiri yang membuat film tidak hanya menonjolkan horor, tetapi juga drama yang emosional.
Didukung oleh jajaran aktor papan atas seperti Reza Rahadian, Clift Sangra, dan sejumlah nama besar lainnya, film ini berhasil menghadirkan kualitas produksi yang megah. Kolaborasi antara Soraya Intercine Films, Legacy Pictures, dan Navvaros Entertainment turut memperkuat kualitas film secara keseluruhan.
Dengan pencapaian 1 juta penonton, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga menjadi bukti bahwa film horor Indonesia masih memiliki daya tarik kuat di tengah persaingan industri hiburan.
Kontributor: Sarah Limbeng





















