Tuturpedia.com — Esok Tanpa Ibu (Mothernet) kembali menorehkan prestasi di kancah perfilman nasional dengan meraih empat nominasi bergengsi di Festival Film Tempo 2025. Film produksi BASE Entertainment bersama Beacon Film dan Refinery Media ini dinilai sebagai karya yang segar, relevan, dan memiliki kualitas artistik kuat. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi Esok Tanpa Ibu sebagai salah satu film Indonesia yang paling dinantikan awal 2026. Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026.
Dalam ajang Festival Film Tempo 2025, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) masuk ke empat kategori nominasi, termasuk Film Unggulan. Tiga nominasi lainnya meliputi Aktris Utama Unggulan untuk Dian Sastrowardoyo, Aktor Utama Unggulan untuk Ali Fikry, serta Penulis Skenario Unggulan yang diwakili oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief. Festival Film Tempo sendiri dikenal sebagai ruang apresiasi film-film Indonesia dengan kualitas artistik dan keberanian tema. Masuknya Mothernet dalam daftar nominasi memperkuat penerimaan kritis terhadap film ini.
Produser film Esok Tanpa Ibu, Shanty Harmayn, mengungkapkan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Festival Film Tempo 2025. “Terima kasih kepada Festival Film Tempo 2025 yang telah memilih film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) dalam empat nominasi. Ini sangat berarti bagi perjalanan film kami,” ujar Shanty. Ia berharap pencapaian ini dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang isu relasi keluarga dan peran teknologi dalam kehidupan manusia. Tema tersebut menjadi benang merah yang kuat dalam keseluruhan cerita film.
Sebelumnya, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) telah mencatatkan perjalanan festival yang impresif di tingkat internasional. Film ini berkompetisi di program Vision Asia Busan International Film Festival (BIFF) 2025 sekaligus menjadi ajang world premiere. Setelah itu, film ini melangsungkan Indonesian Premiere dan berkompetisi di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025. Konsistensi kehadiran di festival bergengsi menunjukkan kekuatan film ini dari sisi narasi maupun teknis.
Dian Sastrowardoyo yang terlibat sebagai produser sekaligus pemeran utama menilai Festival Film Tempo sebagai ruang diskursus penting bagi ekosistem perfilman Indonesia. “Bagi kami, Festival Film Tempo juga bisa menjadi ruang diskursus yang mempertemukan antara sineas, penonton, dan juga kritikus,” kata Dian. Menurutnya, dialog antara ketiga elemen tersebut sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perfilman nasional. Film ini pun diharapkan mampu menjangkau penonton yang lebih luas dengan pesan yang relevan.
Menjelang penayangan nasional, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) akan lebih dulu diputar di 10 kota di Indonesia pada 17–18 Januari 2026. Kota-kota tersebut antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, hingga Makassar dan Medan. Tiket dapat dibeli melalui berbagai platform resmi seperti M-Tix, CGV, Cinepolis, dan TIX ID. Film yang disutradarai Ho Wi-ding ini dibintangi oleh Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Aisha Nurra Datau, dan Bima Sena.
Kontributor: Sarah Limbeng
