Indeks

Film “Crocodile Tears” Rilis Poster Resmi, Sajikan Konflik Psikologis Ibu dan Anak yang Mencekam

Tuturpedia.com — Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film terbaru bertajuk Crocodile Tears. Film ini resmi merilis poster perdananya dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Mei 2026. Mengusung genre drama psikologis dengan nuansa penuh ketegangan, Crocodile Tears menawarkan cerita yang intim sekaligus intens tentang hubungan ibu dan anak.

Film ini berfokus pada karakter Mama, yang diperankan oleh Marissa Anita, seorang ibu tunggal yang hidup bersama putranya, Johan. Sosok Johan sendiri diperankan oleh Yusuf Mahardika. Dalam kesehariannya, Mama digambarkan sebagai sosok yang sangat protektif dan berusaha melindungi Johan dari kerasnya dunia luar.

Kehidupan mereka berjalan tenang, meski cenderung monoton. Namun, situasi mulai berubah ketika Arumi, yang diperankan oleh Zulfa Maharani, hadir dalam kehidupan Johan. Kehadiran Arumi menjadi titik awal konflik yang perlahan berkembang menjadi ketegangan emosional yang kompleks.

Ketika Johan memutuskan untuk mengajak Arumi tinggal bersama mereka, dinamika hubungan antara dirinya dan sang ibu mulai mengalami perubahan signifikan. Rasa cemas, kecemburuan, dan ketidakpercayaan mulai muncul, menciptakan atmosfer yang penuh intrik di dalam rumah tersebut.

Ketegangan demi ketegangan terus meningkat hingga akhirnya Mama mengambil keputusan yang mengisyaratkan adanya tindakan drastis. Momen ini menjadi puncak konflik yang diperkirakan akan menjadi daya tarik utama film ini.

Crocodile Tears merupakan karya terbaru dari sutradara Tumpal Tampubolon. Film ini diprediksi akan mengangkat isu relasi keluarga, terutama hubungan ibu dan anak, dengan pendekatan yang lebih gelap dan psikologis.

Melalui cerita yang sederhana namun sarat emosi, film ini berpotensi menyentuh penonton sekaligus membuat mereka bertanya tentang batas antara kasih sayang dan kontrol yang berlebihan.

Dengan jajaran pemain berbakat dan  premis cerita yang kuat, Crocodile Tears menjadi salah satu film yang patut dinantikan pada Mei 2026. Film ini diharapkan mampu memberikan warna baru dalam genre drama psikologis di perfilman Indonesia.
Kontributor: Sarah Limbeng

Exit mobile version