Cepu, Tuturpedia.com – Di tengah menjamurnya minuman modern dan kekinian, Es Campur Jadul justru tetap mampu mempertahankan pesonanya di hati masyarakat. Minuman tradisional ini menjadi salah satu menu andalan di Kedai Kopi Tepi Kali Megalrejo, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu. Senin, (22/06/2026).
Berlokasi di tepi aliran sungai yang asri, kedai tersebut kini menjadi tempat favorit warga untuk bersantai sambil menikmati sajian khas yang menyegarkan sekaligus penuh kenangan.
Pemilik kedai sekaligus peracik Es Campur Jadul, Susiloningsih—yang akrab disapa Mbak Ning—mengungkapkan bahwa minuman yang ia sajikan dibuat dengan tetap mempertahankan cita rasa tradisional yang telah dikenal sejak lama.
“Es Campur Jadul ini berisi cendol, cincau, roti, tape singkong, kacang hijau, susu, sirup, dan santan. Semua bahan dipadukan sehingga menghasilkan rasa yang segar, manis, dan gurih,” ujar Mbak Ning.
Menurutnya, Es Campur Jadul bukan sekadar pelepas dahaga, tetapi juga menghadirkan sensasi nostalgia bagi para penikmatnya. Banyak pelanggan yang datang karena ingin mengenang masa kecil saat menikmati jajanan sederhana di pinggir kali.
“Menikmati Es Campur Jadul ini serasa kembali ke masa lalu. Banyak pelanggan yang datang karena teringat masa kecilnya,” tambahnya.
Menariknya, minuman tradisional ini digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Bahkan, tidak sedikit warga lanjut usia yang datang khusus untuk merasakan kembali kenangan lama melalui segelas es campur.
“Banyak sekali kaum lansia yang datang ke sini hanya untuk menikmati Es Campur Jadul karena rasanya mengingatkan mereka pada masa lalu,” ungkap Mbak Ning.
Selain menyegarkan, sajian ini juga cukup mengenyangkan karena terdiri dari berbagai bahan yang melimpah. Perpaduan tape singkong, kacang hijau, cendol, dan cincau memberikan sensasi rasa yang khas, sementara susu, sirup, dan santan menambah kenikmatan di setiap tegukan.
Kedai Kopi Tepi Kali Megalrejo sendiri buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga sore hari. Suasana sejuk di tepi kali menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin melepas penat bersama keluarga maupun sahabat.
Mbak Ning berharap, Es Campur Jadul tetap diminati masyarakat di tengah arus perkembangan minuman modern, sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan kuliner tradisional Indonesia.
“Semoga Es Campur Jadul ini tetap dicintai masyarakat dan bisa menjadi pengingat akan kenangan indah masa kecil yang sederhana namun berkesan,” pungkasnya.
