Tuturpedia.com — Indonesia menorehkan prestasi di ajang Kejuaraan Mix Martial Arts (MMA) Asia ke-3 yang digelar di Luzhou, China, pada 9–11 Januari 2026. Tim MMA putri Tanah Air berhasil membawa pulang empat medali, mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru di kancah MMA Asia.
Salah satu sorotan datang dari Delvi Nurfadillah, atlet asal Riau berusia 20 tahun, yang sukses merebut medali emas pada nomor MMA tradisional kelas 49 kg putri. Delvi tampil konsisten sepanjang pertandingan, mengalahkan sejumlah lawan dari negara-negara dengan tradisi bela diri kuat.

Medali emas tersebut menjadi capaian tertinggi kontingen Indonesia, sekaligus menandai munculnya generasi muda yang menjanjikan di arena MMA internasional.
Sementara itu, tiga atlet lainnya menyumbangkan medali perunggu dari nomor berbeda. Maydelse Sitepu, atlet asal Sumatera Utara berusia 30 tahun, meraih perunggu pada nomor MMA modern kelas 60 kg putri. Ia tampil kompetitif di kelas berat yang diisi petarung berpengalaman dari berbagai negara Asia.
Dari Jawa Tengah, Dwi Ani Retno Wulan (27 tahun) meraih medali perunggu pada nomor MMA tradisional kelas 54 kg putri. Pertandingannya disebut berlangsung ketat, dengan selisih poin tipis pada babak penentuan.

Satu medali perunggu lainnya diraih oleh Vallensia Fahira Hotmauli, atlet asal DKI Jakarta berusia 29 tahun, yang turun di nomor MMA modern kelas 54 kg putri. Vallensia menunjukkan performa solid di fase gugur sebelum akhirnya finis di posisi ketiga.
Capaian empat medali ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan MMA Indonesia, terutama di sektor putri. Kejuaraan di Luzhou sekaligus menjadi panggung pembuktian bahwa pembinaan atlet nasional mulai menunjukkan hasil nyata di level regional.
Dengan kombinasi atlet muda dan petarung berpengalaman, Indonesia kini menatap peluang lebih besar untuk bersaing di turnamen MMA tingkat Asia dan dunia pada tahun-tahun mendatang.***















