Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Arief Rohman Dorong Petani Milenial Blora Kembangkan Beras Organik

TUTURPEDIA - Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Arief Rohman Dorong Petani Milenial Blora Kembangkan Beras Organik
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Bupati Blora, Arief Rohman terus mendorong pengembangan pertanian organik sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerahnya. Salah satu contoh keberhasilan terlihat dari berkembangnya produksi beras organik yang digerakkan oleh petani milenial di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan. Selasa, (10/03/2026).

Baru-baru ini, Bupati Arief Rohman menerima kiriman beras organik varietas Mentik Susu dari para petani milenial yang tergabung dalam Asosiasi Petani Organik Selaras Alam Sejahtera Desa Sumber. Beras tersebut merupakan hasil budidaya pertanian organik yang dikembangkan secara berkelanjutan oleh petani muda setempat.

Menurut Arief Rohman, produk pangan yang dihasilkan melalui sistem pertanian organik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan produk konvensional. Selain dinilai lebih sehat, beras organik juga memiliki daya simpan yang lebih lama serta mampu menjaga kesuburan tanah.

“Kesehatan dan kesuburan tanah menjadi faktor penting yang mendorong petani mulai beralih ke sistem pertanian organik dan praktik pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bertani secara organik juga mampu menekan biaya produksi dalam jangka panjang sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani.

Bupati Arief Rohman bahkan mengaku telah mencoba langsung beras organik tersebut setelah dimasak menjadi nasi. Ia menilai kualitasnya sangat baik.

“Setelah dimasak, nasinya terasa pulen dan enak. Saya selalu mendukung program padi organik seperti ini. Keren sekali petani milenial Desa Sumber,” ungkapnya.

Salah satu petani organik Desa Sumber, Rakam, mengatakan dukungan pemerintah daerah menjadi motivasi besar bagi para petani, khususnya generasi muda, untuk terus mengembangkan pertanian organik.

“Kami semakin semangat menanam padi organik, apalagi Pak Bupati sangat mendukung dan siap membantu jika ada kendala saat musim tanam maupun panen,” katanya.

Ia menjelaskan, meskipun pada awalnya biaya pertanian organik terlihat lebih mahal karena membutuhkan tenaga kerja lebih banyak, namun dari sisi bahan baku sebenarnya lebih hemat karena memanfaatkan sumber daya alami yang tersedia di lingkungan sekitar.

Dalam praktiknya, petani mengembalikan jerami sisa panen ke lahan sebagai bahan organik alami untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pemupukan juga dilakukan menggunakan kompos yang dicampur saat proses pengolahan lahan dengan bantuan traktor.

Selain itu, petani melakukan kegiatan osrok atau penyiangan gulma hingga empat kali dalam satu musim tanam untuk menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal.

Ke depan, kelompok petani organik Selaras Alam Sejahtera berharap dapat memiliki fasilitas pascapanen sendiri seperti alat pengering dan penggiling padi agar kualitas beras organik tetap terjaga.

Saat ini, beras organik Mentik Susu produksi petani milenial Desa Sumber dipasarkan dengan harga sekitar Rp20 ribu per kilogram dalam kemasan dua kilogram. Penjualannya juga dilakukan secara daring melalui media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Bupati Arief Rohman berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni sektor pertanian, khususnya pertanian organik.

“Jangan pernah malu turun ke sawah. Petani itu keren. Saya berharap semakin banyak anak muda yang bangga bertani dan mengembangkan pertanian organik di Blora,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk pertanian lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan daerah serta meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian petani Blora.

tuturpedia.com - 2026