banner 728x250
News  

Dorong Pariwisata Jawa Tengah, Peran Pengusaha Hotel dan Restoran Semakin Digenjot

TUTURPEDIA - Dorong Pariwisata Jawa Tengah, Peran Pengusaha Hotel dan Restoran Semakin Digenjot
banner 120x600

Semarang, Tuturpedia.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah memperkuat sinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Kolaborasi ini dianggap strategis karena hotel dan restoran memiliki peran besar dalam perekonomian, termasuk mendorong perdagangan, transportasi, UMKM, serta membuka lapangan kerja.

Data menunjukkan, kontribusi sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah terus meningkat. Pada 2023, sektor ini berkontribusi sekitar 3,41%, dan diproyeksikan naik menjadi 3,74% pada 2025.

TUTURPEDIA - Dorong Pariwisata Jawa Tengah, Peran Pengusaha Hotel dan Restoran Semakin Digenjot
Dok. Istimewa

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya peran PHRI dalam mengakselerasi pengembangan pariwisata. Terlebih, sektor ini akan menjadi fokus pembangunan Jawa Tengah menjelang 2027. Ia berharap perhotelan dan restoran bisa tumbuh beriringan dengan destinasi wisata di daerah.

“Ini adalah tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi kita semua. Bagaimana caranya agar investasi di sektor hotel dan restoran menjadi prioritas utama,” ujar Gubernur Luthfi saat membuka Rakornas I PHRI di Hotel PO, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026).

Saat ini, Jawa Tengah telah memiliki berbagai destinasi menarik, termasuk sekitar 1.000 desa wisata yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Pengembangan wisata baru terus digalakkan, mulai dari wisata ramah muslim yang menjamin kehalalan makanan, hingga aglomerasi wisata seperti Borobudur, Kopeng, dan Rawa Pening.

“Semua ini memerlukan kerja sama yang solid, termasuk dengan anggota PHRI,” tambah Luthfi.

Konsep aglomerasi wisata sendiri sudah dibuktikan di Soloraya, melalui gelaran Soloraya Great Sale 2025. Dalam satu bulan, transaksi di berbagai sektor mencapai Rp10,7 triliun, dengan okupansi hotel dan penginapan penuh. Gubernur Luthfi menilai ini bisa menjadi model untuk mendorong pembangunan pariwisata di level nasional.

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Wardhana, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Ketua Kadin, serta sejumlah tokoh penting lainnya.

Menteri Widiyanti Wardhana menyoroti kinerja sektor akomodasi dan makan-minum yang tumbuh impresif, mencapai 7,41%. Kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 tercatat sebesar 0,24%.

“Kami optimistis kontribusi pariwisata terhadap PDB akan terus meningkat. Terima kasih kepada seluruh pelaku usaha hotel dan restoran yang mendukung pengembangan pariwisata Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkas Menteri Widiyanti.***

Kontributor Jawa Tengah: Rizal Akbar

tuturpedia.com - 2026