Tuturpedia.com — Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) 2026 kembali menjadi panggung pertemuan para pemimpin dunia. Sejumlah kepala negara dan pemerintahan dijadwalkan menyampaikan pidato dalam agenda tahunan yang berlangsung di Davos-Klosters, Swiss, pada 19–23 Januari 2026.
Berdasarkan materi resmi yang dirilis, pidato para pemimpin dunia akan tersebar dalam beberapa hari. Pada Selasa, 20 Januari 2026, Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan tampil bersama Perdana Menteri Qatar Sheikh Al Thani serta Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Ketiganya akan membahas isu ekonomi global dan dinamika geopolitik terkini.

Agenda berlanjut pada Rabu, 21 Januari 2026, dengan deretan pemimpin dari berbagai kawasan. Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, serta Presiden Argentina Javier Milei tercantum sebagai pembicara.
Sementara itu, Kamis, 22 Januari 2026, menjadi salah satu hari krusial dengan kehadiran sejumlah kepala negara, termasuk Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Selain Prabowo, hari yang sama juga dijadwalkan diisi pidato Presiden Israel Isaac Herzog, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, Presiden Finlandia Alexander Stubb, serta Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa.
Kehadiran Prabowo Subianto dalam forum ini menandai partisipasi Indonesia di tengah perbincangan global mengenai arah perekonomian dunia, stabilitas kawasan, hingga kerja sama lintas negara. WEF sendiri dikenal sebagai ajang dialog strategis yang mempertemukan pemimpin negara, pelaku bisnis, akademisi, dan organisasi internasional.
WEF 2026 diperkirakan akan dihadiri sekitar 3.000 peserta dari lebih dari 130 negara. Forum ini menjadi ruang diskusi utama untuk membahas tantangan global, mulai dari pemulihan ekonomi, ketegangan geopolitik, hingga transformasi energi dan teknologi.
Dengan padatnya agenda dan daftar pembicara lintas kawasan, WEF 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu forum global paling berpengaruh dalam merumuskan arah kebijakan dan kerja sama internasional di tengah ketidakpastian dunia.***















