Indeks

Dari Tahu Bakso Diduga Basi dan Roti Tak Layak Konsumsi! Netizen Kembali “Colek” Budhe Rini untuk Sidak Seluruh Dapur MBG di Randublatung

Blora, Tuturpedia.com – Gelombang keluhan masyarakat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Randublatung kian memanas di media sosial. Meski Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini (Budhe Rini), telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Kedungbecici pada Rabu (11/3), netizen menilai pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh dan lebih ketat.

Pantauan di kolom komentar unggahan viral terkait tahu bakso basi dan roti “tengik”, warga mendesak agar pemerintah daerah tidak kecolongan di titik-titik lain. Netizen berharap sidak tidak hanya menjadi seremonial di satu tempat, melainkan menyasar seluruh dapur penyedia MBG di Randublatung. Kamis, (12/03/2026).

Suara Miring di Kolom Komentar

Keresahan orang tua murid meluap setelah munculnya bukti foto dan video makanan yang dianggap tidak layak konsumsi. Akun Budi Milagros, misalnya, mengeluhkan kondisi roti yang diterima anaknya.
Anakku iki mau entuk roti tengik (roti kawak),” tulisnya, mengindikasikan bahwa masalah bukan hanya pada tahu bakso, tapi juga pada komponen makanan kering lainnya.

Tak hanya soal kualitas fisik makanan, netizen juga menyoroti sikap oknum pegawai lapangan yang dinilai antikritik. Akun Ahmad Naim menceritakan pengalaman pahit saat warga mencoba memberikan masukan namun justru mendapat respons negatif.

“Jahat banget, setiap ada yang post (keluhan) gak terima, langsung dilabrak… katanya gak bersyukur dikasih gratis,” ungkapnya.

Desakan Sidak Maraton

Menanggapi situasi ini, akun Ny Wandi memberikan saran tegas agar Wakil Bupati melakukan kontrol rutin yang tidak terjadwal.

Lo sering inspeksi mendadak pasti akan lebih baik, lo dibiarkan pasti pada suka-suka mereka,” tulisnya.

Harapan besar kini tertuju pada Budhe Rini. Warga meminta agar ancaman pelaporan ke Badan Gizi Nasional (BGN) benar-benar dilaksanakan jika pengelola SPPG tetap membandel. Netizen menekankan bahwa anggaran besar untuk gizi anak sekolah jangan sampai menguap menjadi makanan basi yang justru membahayakan kesehatan siswa.

Poin Tuntutan Netizen:

  1. Sidak Menyeluruh: Jangan hanya SPPG Kedungbecici, tapi seluruh dapur penyedia di Randublatung.
  2. Evaluasi SDM: Pecat atau sanksi tegas petugas dapur/lapangan yang tidak profesional dan antikritik.
  3. Transparansi Bahan Baku: Memastikan bahan makanan segar dan tidak menggunakan stok lama.
  4. Keamanan Anak: Jangan jadikan anak sekolah sebagai “sasaran” eksperimen makanan yang tidak higienis.

Hingga saat ini, warga Randublatung masih menunggu langkah nyata selanjutnya dari Pemerintah Kabupaten Blora agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah-sekolah lain.

Exit mobile version