Tuturpedia.com — Selama bertahun-tahun, ada satu candaan yang akrab di telinga pencinta film Indonesia. Setiap kali muncul kabar tentang film baru dengan karakter utama yang kuat atau emosional, respons yang sering terdengar adalah, “Reza lagi, Reza lagi.”
Candaan itu lahir karena Reza Rahadian memang pernah berada pada fase ketika wajahnya nyaris tak pernah absen dari layar bioskop. Pada 2012, ia membintangi enam film yang tayang dalam satu tahun kalender. Angka tersebut menjadikannya salah satu aktor paling produktif pada masanya dan memperkuat reputasinya sebagai langganan pemeran utama di perfilman Indonesia.
Empat belas tahun berselang, fenomena serupa kembali muncul.
Kali ini, nama yang paling sering menghiasi poster film bukan lagi Reza Rahadian, melainkan Benidictus Siregar, yang lebih dikenal sebagai Benidictivity.
Hingga Juli 2026, Benidictivity tercatat telah membintangi delapan film yang tayang maupun dijadwalkan rilis sepanjang tahun kalender. Jumlah itu melampaui catatan enam film Reza Rahadian pada 2012, sekaligus menjadikannya salah satu aktor dengan produktivitas tertinggi dalam satu tahun di industri perfilman Indonesia.
Reza Rahadian dan Enam Film dalam Satu Tahun
Pada 2012, Reza Rahadian tampil dalam enam judul film layar lebar, yakni:
- Broken Hearts
- Test Pack
- Perahu Kertas
- Perahu Kertas 2
- Habibie & Ainun
- Kita Versus Korupsi (KVSK)
Di antara keenam film tersebut, Habibie & Ainun menjadi salah satu karya yang paling melekat dalam perjalanan karier Reza. Sementara dua film Perahu Kertas semakin mengukuhkan posisinya sebagai aktor papan atas dengan jangkauan penonton yang luas.
Produktivitas itulah yang kemudian melahirkan candaan “Reza lagi, Reza lagi” di media sosial.
Benidictivity melampaui catatan tersebut pada 2026
Jika Reza pernah identik dengan dominasi layar lebar pada 2012, maka 2026 menjadi tahun milik Benidictivity.
Hingga Juli, ia telah dan akan tampil dalam delapan film yaitu:
- Semua Akan Baik-Baik Saja
- Gudang Merica
- Children of Heaven
- Sekawan Limo 2
- Gak Ada Matinya! (Segera tayang)
- Cek Khodam (Segera tayang)
- FOUFO (Segera tayang)
- Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (Segera tayang)
Jumlah tersebut bahkan masih berpeluang bertambah apabila ada film lain yang dijadwalkan tayang pada paruh kedua 2026.
Meski sama-sama berstatus aktor, produktivitas Benidictivity dan Reza Rahadian lahir melalui konteks yang berbeda. Reza pada 2012 banyak tampil dalam drama dan film biografi yang memperlihatkan kemampuan aktingnya sebagai pemeran utama. Sementara Benidictivity hadir dalam spektrum genre yang lebih beragam, mulai dari komedi sebagai kekuatan utamanya lalu berkembang ke drama, horor, hingga film keluarga.
Perbandingan ini tentu bukan untuk menentukan siapa yang lebih unggul sebagai aktor. Produktivitas tidak selalu berjalan beriringan dengan kualitas, begitu pula sebaliknya. Namun, dari sisi frekuensi kemunculan di layar lebar, catatan Benidictivity pada 2026 menjadi fenomena yang menarik. Jika lebih dari satu dekade lalu publik merasa hampir selalu menemukan Reza Rahadian di bioskop, tahun ini pengalaman serupa mulai terjadi pada Benidictivity. Namanya berulang kali muncul dalam daftar pemain film Indonesia, membuat candaan lama perlahan menemukan versi barunya: “Beni lagi, Beni lagi.”***
