Blora, Tuturpedia.com – Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael, turun langsung meninjau kawasan hutan di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, yang akan disulap menjadi lokasi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), Jumat (17/4/2026).
Peninjauan ini bukan sekadar seremonial. Danrem memastikan kesiapan lahan seluas 77 hektare yang dinilai sangat strategis untuk mendukung pembangunan satuan baru TNI AD tersebut.
Dalam kunjungan itu, ia didampingi Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, jajaran Perhutani, Pemkab Blora, hingga Forkopimcam Kunduran.

“Ini kita cek langsung lokasi bakal Yon Teritorial Pembangunan. Luasnya 77 hektare di Kecamatan Kunduran, dan ini sangat potensial,” tegas Kolonel Ezra di lokasi.
Sebagai tahap awal, akan disiapkan marshalling area atau area pengumpulan sementara seluas 2 hektare. Area ini menjadi titik awal sebelum pembangunan fisik dilakukan secara menyeluruh pada triwulan tahun ini.
Ke depan, kawasan tersebut akan berkembang menjadi kompleks militer terpadu. Tak hanya markas batalyon, tetapi juga mencakup markas kompi, barak prajurit, fasilitas olahraga, lapangan tembak, hingga kolam renang.
“Ini proyek besar dan lengkap. Karena ini bagian dari proyek strategis nasional, maka akan dibangun secara ideal,” ujarnya.
Danrem menegaskan, pembangunan Yonif TP tidak hanya berdampak pada sektor pertahanan.
Kehadirannya juga diyakini mampu menggerakkan ekonomi lokal serta memperkuat program ketahanan pangan di Kabupaten Blora yang selama ini sudah berjalan baik.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pembangunan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam merespons situasi global yang kian dinamis.
“Ini adalah upaya pemerintah untuk memperkuat kekuatan darat kita dalam menghadapi dinamika geopolitik dan geostrategis yang saat ini tidak sedang baik-baik saja,” jelasnya.
Pembangunan ditargetkan berlangsung lebih dari enam bulan hingga satu tahun, dengan proses dimulai secepatnya pada triwulan ini. Seluruh pihak diminta bersiap, karena pengawasan akan dilakukan secara ketat dan berkala.
“Semua harus siap. Kami turun langsung ke lapangan agar proses berjalan lancar dan sesuai rencana,” pungkas Danrem.
Progres pembangunan nantinya akan dipantau secara rutin, mulai dari penyiapan lahan hingga kedatangan prajurit, menandai babak baru penguatan pertahanan di wilayah Blora.














