Tuturpedia.com — Finlandia kembali menegaskan reputasinya sebagai negara paling bahagia di dunia. Dalam daftar Negara Paling Bahagia di Dunia 2025 yang dirangkum Tuturpedia berdasarkan World Happiness Report, negara Nordik itu menempati posisi teratas dengan skor 7,736. Ini menjadi kelanjutan dari tren beberapa tahun terakhir, di mana Finlandia nyaris tak tergeser dari puncak klasemen kebahagiaan global.
Di bawah Finlandia, negara-negara Eropa Utara mendominasi papan atas. Denmark berada di peringkat kedua dengan skor 7,521, disusul Islandia (7,515) dan Swedia (7,345). Belanda melengkapi lima besar dengan skor 7,306. Pola ini kembali menegaskan kuatnya model negara kesejahteraan (welfare state) di kawasan tersebut, yang kerap dikaitkan dengan tingkat kepercayaan publik yang tinggi, layanan sosial yang merata, serta keseimbangan hidup dan kerja yang relatif baik.
Menariknya, daftar sepuluh besar tidak sepenuhnya diisi negara Eropa. Kosta Rika menempati peringkat keenam dengan skor 7,274, menjadi satu-satunya wakil Amerika Tengah yang menembus jajaran elite kebahagiaan dunia. Norwegia berada di posisi ketujuh (7,262), diikuti Israel di peringkat kedelapan dengan skor 7,234. Luksemburg dan Meksiko masing-masing menempati posisi kesembilan dan kesepuluh, dengan skor 7,122 dan 6,979.
Masuknya Meksiko ke dalam sepuluh besar menjadi catatan tersendiri. Negara ini sering kali tidak diasosiasikan dengan tingkat kesejahteraan setinggi negara-negara Nordik. Namun, dalam beberapa edisi World Happiness Report, faktor seperti kuatnya ikatan sosial, budaya kekeluargaan, serta kepuasan hidup sehari-hari dinilai berperan besar dalam mengangkat skor kebahagiaan, di luar indikator ekonomi semata.
Sementara itu, Indonesia berada jauh dari papan atas. Dalam daftar yang sama, Indonesia menempati peringkat ke-83 dengan skor 5,617. Posisi ini menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara-negara dengan skor enam ke atas, meski tidak termasuk dalam kelompok terbawah secara global.
World Happiness Report sendiri biasanya mengukur kebahagiaan berdasarkan survei persepsi masyarakat, yang mencakup penilaian terhadap kualitas hidup, dukungan sosial, pendapatan, kesehatan, kebebasan dalam menentukan pilihan hidup, serta tingkat kepercayaan terhadap institusi publik. Dengan pendekatan ini, kebahagiaan tidak semata-mata dimaknai sebagai rasa senang individual, melainkan sebagai gambaran kondisi sosial secara lebih luas.
Dominasi negara-negara Nordik dalam daftar teratas kembali menyoroti kesenjangan kualitas hidup antarnegara. Skor Finlandia yang mencapai 7,736, misalnya, terpaut lebih dari dua poin dari Indonesia. Selisih ini mencerminkan perbedaan signifikan dalam persepsi warga terhadap keamanan ekonomi, layanan publik, dan kepercayaan sosial.
Meski demikian, peringkat kebahagiaan bukanlah ukuran tunggal untuk menilai keberhasilan suatu negara. Indeks ini lebih tepat dibaca sebagai cermin kondisi sosial yang dirasakan warga pada periode tertentu. Bagi negara seperti Indonesia, posisi di peringkat 83 bisa menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana kebijakan publik berdampak langsung pada rasa aman, sehat, dan puas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Daftar Negara Paling Bahagia di Dunia 2025 ini kembali menunjukkan satu hal yang konsisten: kebahagiaan nasional bukan kebetulan. Ia lahir dari kombinasi kebijakan jangka panjang, kepercayaan sosial, serta kemampuan negara menghadirkan rasa cukup dan aman bagi warganya.***
