Blora, Tuturpedia.com — Musibah kebakaran menimpa sebuah pabrik briket arang di Jalan Kunduran–Ngilen, turut tanah Kelurahan Kunduran, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Sabtu (24/1/2026) malam. Api melahap sebagian besar fasilitas produksi dan menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp150 juta, membuat aktivitas usaha terhenti sementara.
Pabrik tersebut diketahui milik Munawar, anggota DPRD Kabupaten Blora dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Blora 4 (Kunduran, Todanan, Japah), yang selama ini dikenal aktif menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya di bidang infrastruktur dan pendidikan.
Meski sebagian peralatan penting masih bisa diselamatkan, dua unit oven berkapasitas besar yang menjadi jantung produksi justru hangus terbakar.
“Alhamdulillah panel listrik dan sebagian bahan baku masih terselamatkan. Tapi dua oven kapasitas empat ton habis terbakar. Total kerugian sekitar 150 jutaan,” ungkap Munawar saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, pada Minggu (25/01/2026).
Akibat peristiwa ini, kegiatan produksi briket terpaksa dihentikan sementara. Dan Munawar berharap dapat segera bangkit agar para pekerja bisa kembali beraktivitas.
“Kami mohon doanya, semoga bisa segera bangkit dan produksi lagi,” ujarnya singkat.
Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran pada oven. Api pertama kali diketahui oleh penjaga pabrik sekitar pukul kurang lebih pukul 22.30 WIB, saat kobaran api sudah mulai membesar di area mesin.
“Dugaan dari oven bocor. Dan diketahui penjaga kurang lebih jam 23 malam,” bebernya.
Sementara itu diberitakan sebelumnya, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui PS Kapolsek Kunduran, Iptu Budi Santoso, membenarkan peristiwa tersebut. Pihak kepolisian menerima laporan sekitar kurang lebih pukul 22.30 WIB dan langsung bergerak ke lokasi bersama petugas pemadam kebakaran.
“Begitu menerima laporan, anggota Polsek Kunduran langsung menuju TKP bersama petugas damkar. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan hingga api berhasil dipadamkan,” terang Iptu Budi.
Menurut keterangan saksi, api pertama kali terlihat menyala di dekat pintu ruang mesin oven bagian tengah. Upaya pemadaman dengan peralatan seadanya sempat dilakukan, namun kobaran api terus membesar hingga akhirnya membutuhkan bantuan petugas.
Selain dua unit oven, sejumlah peralatan lain ikut terbakar, di antaranya dua unit dinamo, empat kipas angin, sekitar 200 nampan pengering, empat tempat tidur pekerja, serta satu ton bahan arang. Bangunan pabrik yang berdinding dan beratapkan asbes seng juga mengalami kerusakan cukup parah.
Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi pemilik usaha dan para pekerja yang menggantungkan hidup dari aktivitas produksi briket tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau para pelaku usaha untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan mesin bersuhu tinggi.
“Keselamatan adalah yang utama. Instalasi listrik dan mesin produksi harus rutin diperiksa agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Iptu Budi Santoso.
