Indeks

Bukan Sekadar Kirim Air, Budhe Rini Minta Blora Siapkan Sumber Air Permanen

Blora, Tuturpedia.com – Kepedulian terhadap warga yang kesulitan mendapatkan air bersih terus ditunjukkan Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Blora (ILUSA). Sepanjang 2026, ILUSA menargetkan penyaluran sebanyak 408 tangki air bersih ke 204 titik di Kabupaten Blora untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.

Program kemanusiaan tersebut menjadi bentuk kepedulian para alumni terhadap masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air saat musim kemarau.

Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, meninjau langsung penyaluran bantuan air bersih di Desa Genjahan, Kecamatan Jiken, Minggu (11/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, perempuan yang akrab disapa Budhe Rini itu tidak hanya menyoroti pentingnya distribusi bantuan, tetapi juga mendorong upaya penyelesaian persoalan kekeringan secara berkelanjutan.

Menurutnya, pengiriman tangki air bersih merupakan langkah penting untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, diperlukan langkah lebih jauh agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada bantuan ketika musim kemarau tiba.

Salah satu upaya yang perlu didorong adalah pencarian dan pengembangan sumber air permanen di wilayah rawan kekeringan. Selain itu, penyediaan tandon atau toren berkapasitas besar juga dinilai dapat membantu masyarakat menyimpan persediaan air sehingga kebutuhan sehari-hari lebih terjamin.

Dorongan tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan darurat. Diperlukan perencanaan jangka panjang, pemetaan wilayah yang mengalami kesulitan air, serta penyediaan infrastruktur penampungan dan distribusi air yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

408 Tangki Ditargetkan Menjangkau 204 Titik

ILUSA mencatat, penyaluran bantuan air bersih dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, sebanyak 148 tangki telah disalurkan ke 74 titik.

Sementara itu, tahap kedua menargetkan penyaluran 260 tangki air bersih ke 130 titik yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Blora.

Jika seluruh target tersebut terealisasi, program ILUSA Berbagi 2026 diharapkan dapat menjangkau 204 titik dengan total 408 tangki air bersih.

Wakil Ketua ILUSA Pusat, Teguh Budi Pramono, menegaskan bahwa bantuan air bersih akan terus disalurkan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa gerakan alumni tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan upaya untuk hadir membantu masyarakat yang menghadapi persoalan kebutuhan dasar.

Di tengah keterbatasan air bersih, setiap tangki yang dikirim diharapkan dapat membantu meringankan beban warga. Sebab, air bukan hanya dibutuhkan untuk minum, tetapi juga untuk memasak, mandi, mencuci, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Bukan Sekadar Mengirim Air, tetapi Membangun Kepedulian

Rangkaian ILUSA Berbagi 2026 tidak hanya berfokus pada bantuan air bersih. Kegiatan tersebut juga mencakup santunan kepada anak yatim serta berbagi pengalaman dan wawasan dari para alumni kepada pelajar di Kabupaten Blora.

Melalui kegiatan tersebut, ILUSA berupaya menghadirkan manfaat sosial dalam berbagai bidang, mulai dari membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat hingga mendukung pengembangan wawasan generasi muda.

Keterlibatan alumni dalam kegiatan kemanusiaan juga memperlihatkan bahwa ikatan persaudaraan yang terbentuk di bangku sekolah dapat terus berkembang menjadi kekuatan untuk membantu lingkungan sekitar.

Namun, persoalan kekeringan di Blora tetap membutuhkan perhatian bersama. Bantuan tangki air dapat menjadi penolong ketika persediaan air menipis, tetapi keberlanjutan pasokan perlu ditopang dengan ketersediaan sumber air, fasilitas penampungan, dan sistem distribusi yang memadai.

Karena itu, dorongan Wakil Bupati Sri Setyorini untuk mencari sumber air permanen dan menyediakan tandon berkapasitas besar menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan kekeringan.

Harapannya, kepedulian yang diwujudkan melalui 408 tangki air bersih tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi turut mendorong langkah nyata menuju ketersediaan air bersih yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Blora.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

Exit mobile version