Blora, Tuturpedia.com – Komitmen untuk memajukan ekonomi daerah terus disuarakan oleh para pelaku usaha di Kabupaten Blora. Salah satunya datang dari CV Batu Mulia yang berlokasi di Bukit Batu Mulia, Jurang Jero. Meski saat ini masih dalam tahap eksplorasi, unit usaha ini membawa misi besar untuk pemberdayaan masyarakat sekitar. Kamis, (26/02/2026).
Raman, perwakilan dari pihak pengelola, menegaskan bahwa fokus utama pengembangan usaha ini adalah untuk menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal. Tidak hanya di sektor operasional internal, ia juga berencana merangkul para sopir truk di daerah tersebut untuk terlibat langsung dalam proses pengangkutan material.
“Intinya pada niat saya itu penyerapan tenaga kerja lokal, dan sopir-sopir daerah yang mempunyai truk di sana nanti semua ikut kerja untuk angkut materialnya,” ujar Oman saat memberikan keterangan.
Perizinan Lancar, Blora Jadi Magnet Investor
Terkait aspek legalitas, Pihaknya mengaku sejauh ini tidak menemui kendala berarti. Semua proses perizinan dilakukan secara formal dan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Bahkan, kabar baik mengenai penetapan Blora sebagai kawasan industri oleh Gubernur Jawa Tengah juga disambut dengan antusiasme tinggi. Menurut Oman, langkah ini sangat tepat mengingat Blora memiliki kekayaan bahan baku yang melimpah dan aksesibilitas yang mumpuni melalui jalan nasional.
“Blora termasuk kawasan industri itu sangat bagus sekali, karena Blora sebetulnya dari segi bahan baku juga banyak. Jalannya sudah jalan nasional, memang saat
ini jadi incaran investor,” tambahnya.
Harapan bagi Lulusan SMK dan Pesan untuk Masyarakat
Ekspansi industri di Blora diharapkan menjadi solusi atas tingginya angka lulusan sekolah menengah, baik SMA maupun SMK, yang membutuhkan pekerjaan setiap tahunnya. Pihak investor berkomitmen untuk terus membuka ruang rekrutmen bagi para pemuda Blora.
Raman juga menitipkan pesan kepada masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas dan menjauhkan diri dari provokasi atau berita hoaks yang dapat menghambat masuknya investasi.
“Untuk pesan-pesan masyarakat, kita baik-baik sajalah untuk mendukung investor-investor yang ingin masuk di Blora untuk pemikiran yang negatif dibuang dulu saja,” pesannya menutup pembicaraan.
Meskipun saat ini harga lahan masih menjadi salah satu bahan pertimbangan strategis bagi para investor baru, semangat untuk membangun Blora menjadi pusat industri baru di Jawa Tengah tetap membara.
