Indeks
News  

Bicara Fiqih Peradaban, Nawal Yasin Ajak Wanita Teladani Wawasan Kebangsaan Mbah Maimoen

Hj. Nawal Nur Arafah, M.Si. Istri Cawagub Jateng Suara Terbanyak Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), saat menghadiri sekaligus mengisi seminar wawasan kebangsaan di Kendal, Sabtu (28/12/2024).

Kendal, Tuturpedia.com – Hj. Nawal Nur Arafah, M.Si. Istri Cawagub Jateng Suara Terbanyak, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengatakan, perempuan harus belajar fiqih peradaban. Sebab, wanita punya potensi besar untuk tegaknya peradaban suatu negara. Bicara fiqih peradaban, kita harus belajar diksi dari wawasan kebangsaan Mbah Maimoen Zubair.

Hal itu dikatakan Nawal Yasin panggilan akrabnya, saat menghadiri sekaligus menjadi pemateri “Ngaji Kebangsaan dalam rangka Halaqoh Fiqih Peradaban dan Relevansi Peran Perempuan dalam Berbangsa dan Bernegara”, di Pendopo Tumenggung Kabupaten Kendal, Sabtu (28/12/2024).

Nawal Yasin yang menyampaikan materi dengan tema “Fiqih Kebangsaan” menyampaikan, kalau kita bicara diksi berbangsa dan bernegara, kita bisa berkaca dari pola pikir kebangsaan yang diajarkan oleh Mbah Maimoen Zubair. Kyai kharismatik yang sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang itu, menurut Nawal Yasin punya pemahaman yang istimewa terhadap kebangsaan.

“Kita semua tahu, Mbah Maimoen Ulama yang memiliki wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang sangat tinggi. Beliau menganalogikan wawasan kebangsaan dan Pancaslila kita itu seperti Surat Al ‘Alaq ayat 1-5. Jadi sila-sila Pancasila dari sila ke satu hingga kelima itu cocok sekali dengan ayat-ayat Surat Al ‘Alaq. Sehingga Mbah Moen katakan Ideologi Pancasila itu tidak bertentangan dengan agama Islam,”kata menantu Mbah Maimoen Zubair itu.

Misalnya ayat pertama, kata Ning Nawal, berbunyi iqra’ bismi rabbikalladzî khalaq. Artinya, iqro bacalah atas nama Tuhanmu yang menciptakan. Artinya kalau sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Ini sangat cocok baik kata-kata maupun esensinya antara ayat pertama surat Al ‘Alaq dengan sila pertama Pancasila,” ucap Ning Nawal, di depan para Kyai, pejabat, tokoh masyarakat, dan hadirin Muslimat maupun Fatayat NU kabupaten Kendal.

Ayat kedua, tambah Nawal Yasin, khalaqal-insâna min ‘alaq. Artinya, Dia (Alloh) menciptakan manusia dari segumpal darah. Sila kedua Pancasila berbunyi Kemanusiaan yang adil dan beradab. Artinya manusia itu sedarah dan bersaudara maka harus adil terhadap sesama.

“Ayat ketiga berbunyi, iqra’ wa rabbukal-akram, artinya Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha mulia. Sila ketiga Pancasila berbunyi Persatuan Indonesia. Artinya persatuan tidak akan tercapai tanpa adanya kemuliaan,”tambah Nawal Yasin.

Ayat keempat, alladzî ‘allama bil-qalam. Artinya yang mengajar (manusia) dengan pena (qalam). Sila keempat Pancasila berbunyi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

“Sila keempat digabung dengan sipa ke lima punya arti, dengan qalam lah kita bisa mencapai peradaban (kebijaksanaan).”

Lalu ayat terakhir berbunyi, kalla innal-insana layathgha. Artinya, Sekali-kali tidak! Sesungguhnya manusia itu benar-benar melampaui batas.

“Ingatlah kata Mbah Maimoen, manusia itu sering kali melampaui batas. Ada yang tidak cantik jadinya kemayu, ada yang tidak pintar jadinya keminter, ada yang tidak kaya jadinya sumugih. Orang itu tidak boleh merasa kaya sampai melampaui batas sehingga tidak punya rasa peduli kepada sosial. Ini adalah sila ke lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ,”kata alumni Bilad Al Sham University Cabang Mujamma’ Syekh Ahmad Kaftaro, Damaskus, Syria itu.

“Itulah ajaran Mbah Maimoen, beliau juga sering menganalogikan PBNU. P Pancasila B Bhinneka Tunggal Ika, N NKRI, U Undang-Undang Dasar 45. Beliau juga manganalogikan 17 Agustus 1945. Tujuh belas adalah jumlah rokaat sholat wajib kita sehari semalam, 19, 1 adalah Keesaan Allah, 9 adalah kalau kita pengin selamat dunia akherat harus mengikuti 9 orang, siapa sembilan orang ini? Beliau adalah Rosullulloh SAW, Abubakar, Umar, Usman, Ali, dan mazhaibul arba’ah (empat mazab). Lalu 45 adalah empat sehat lima sempurna,”imbuh Nawal Yasin sambil tertawa.

Menurut Nawal Yasin, sebagai perempuan kita butuh fikroh (cara berfikir) Mbah Maimoen. Butuh wawasan kebangsaan yang kuat supaya mudah menerima perbedaan. Sehingga mampu mengamalkan ajaran Islam yang mendamaikan.

“Inilah pentingnya belajar fiqih peradaban, fiqih yang tidak hanya melihat sesuatu secara tekstual. Tetapi menerapkan fiqih dengan mempertimbangkan perkembangan yang ada. Sehingga fiqih mampu memberi solusi, tidak hanya menghukumi salah dan benar, boleh dan tidak seperti yang ada di dalam kitab, tetapi fiqih yang menjawab perkembangan zaman. Itulah fiqih hadoroh (fiqih peradaban) yang dikampanyekan PBNU saat ini,”ucapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua PC Fatayat NU Kendal, Siti Nikmalatif, Pj Sekda Kendal Agus Dwi Lestari, Ketua PC NU Kendal Abah Dr Mumtasiqin, Wabub terpilih Kendal H Beni Karnadi, Hj Niken Larasati Ketua Muslimat NU Kendal, dan Pembina Ikatan Hafidoh Fatayat NU Kendal, Dr. Hj Lutfiyah. ***

Penulis : Alan Henry Pambuko

Exit mobile version
news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000301

118000302

118000303

118000304

118000305

118000306

118000307

118000308

118000309

118000310

118000311

118000312

118000313

118000314

118000315

118000316

118000317

118000318

118000319

118000320

118000321

118000322

118000323

118000324

118000325

118000326

118000327

118000328

118000329

118000330

128000306

128000307

128000308

128000309

128000310

128000311

128000312

128000313

128000314

128000315

138000271

138000272

138000273

138000274

138000275

138000276

138000277

138000278

138000279

138000280

138000281

138000282

138000283

138000284

138000285

138000286

138000287

138000288

138000289

138000290

138000291

138000292

138000293

138000294

138000295

138000296

138000297

138000298

138000299

138000300

148000306

148000307

148000308

148000309

148000310

148000311

148000312

148000313

148000314

148000315

148000316

148000317

148000318

148000319

148000320

148000321

148000322

148000323

148000324

148000325

148000326

148000327

148000328

148000329

148000330

148000331

148000332

148000333

148000334

148000335

158000191

158000192

158000193

158000194

158000195

158000196

158000197

158000198

158000199

158000200

158000201

158000202

158000203

158000204

158000205

158000206

158000207

158000208

158000209

158000210

158000211

158000212

158000213

158000214

158000215

158000216

158000217

158000218

158000219

158000220

168000276

168000277

168000278

168000279

168000280

168000281

168000282

168000283

168000284

168000285

168000286

168000288

168000291

168000292

168000293

168000294

168000295

168000296

168000297

168000298

168000299

168000300

168000301

168000302

168000303

168000304

168000305

178000359

178000360

178000361

178000362

178000364

178000365

178000366

178000367

178000368

178000369

178000370

178000371

178000372

178000373

178000374

178000375

178000376

178000377

178000378

178000379

178000380

178000381

178000382

178000383

178000384

178000385

188000366

188000367

188000368

188000369

188000370

188000371

188000372

188000373

188000374

188000375

188000376

188000377

188000378

188000379

188000380

188000381

188000382

188000383

188000384

188000385

188000386

188000387

188000388

188000389

188000390

188000391

188000392

188000393

188000394

188000395

198000265

198000266

198000267

198000268

198000269

198000270

198000271

198000272

198000273

198000274

198000275

198000276

198000277

198000278

198000279

198000280

198000281

198000282

198000283

198000284

198000285

198000286

198000287

198000288

198000289

198000290

198000291

198000292

198000293

198000294

208000086

208000087

208000088

208000089

208000090

208000091

208000092

208000093

208000094

208000095

208000096

208000097

208000098

208000099

208000100

208000101

208000102

208000103

208000104

208000105

208000106

208000107

208000108

208000109

208000110

208000111

208000112

208000113

208000114

208000115

218000201

218000202

218000203

218000204

218000205

218000206

218000207

218000208

218000209

218000210

228000151

228000152

228000153

228000154

228000155

228000156

228000157

228000158

228000159

228000160

228000161

228000162

228000163

228000164

228000165

228000166

228000167

228000168

228000169

228000170

228000171

228000172

228000173

228000174

228000175

228000176

228000177

228000178

228000179

228000180

238000271

238000272

238000273

238000274

238000275

238000276

238000277

238000278

238000279

238000280

238000281

238000282

238000283

238000284

238000285

238000286

238000287

238000288

238000289

238000290

238000291

238000292

238000293

238000294

238000295

238000296

238000297

238000298

238000299

238000300

news-1701