Blora, Tuturpedia.com – Setelah lebih dari enam dekade digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, SD Katolik Santa Louisa Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, akhirnya mendapatkan program revitalisasi senilai Rp998 juta. Perbaikan ini menyasar enam ruang kelas yang mengalami pelapukan akibat usia bangunan.
Revitalisasi tersebut menjadi angin segar bagi sekolah yang berdiri sejak 1959 itu. Kondisi sejumlah bagian bangunan sebelumnya dinilai memprihatinkan, mulai dari material kayu yang lapuk hingga tiang penyangga yang mengalami kerusakan. Kondisi tanah yang bergerak juga menjadi perhatian dalam pemeliharaan bangunan sekolah.
Kepala SD Katolik Santa Louisa Cepu, Evy Setyo Utami, mengungkapkan bahwa kerusakan bangunan telah terjadi seiring bertambahnya usia sekolah.
“Kayu-kayu bangunan ini sudah lapuk dan termakan usia. Tiang-tiang penyangganya juga sudah lapuk,” ujar Evy di Blora, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, revitalisasi sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi ruang kelas sekaligus mendukung keselamatan dan kenyamanan siswa selama mengikuti pembelajaran.
Progres Pembangunan Capai 50 Persen
Pengerjaan revitalisasi dimulai pada 17 Agustus 2026. Memasuki pekan ke-10 pelaksanaan, progres pembangunan telah mencapai 50 persen. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada tahap pengacian dinding.
Seluruh enam ruang kelas menjadi sasaran perbaikan dalam program tersebut. Selama proses pembangunan berlangsung, sebagian siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di aula sekolah.
Meski terdapat penyesuaian tempat belajar, revitalisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah, terutama dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak setelah bangunan digunakan selama puluhan tahun.
Evy menyampaikan apresiasi kepada pemerintah melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ia berharap perbaikan tersebut tidak hanya memperbarui kondisi fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan belajar bagi seluruh siswa.
Saat ini, SD Katolik Santa Louisa Cepu memiliki 92 siswa. Selain mendukung dunia pendidikan, pelaksanaan revitalisasi juga melibatkan 18 tenaga kerja lokal sehingga turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
Alumni Ikut Menyambut Perbaikan Sekolah
Kebahagiaan atas revitalisasi sekolah juga dirasakan Indri, salah seorang alumni yang lulus pada 1994. Sejak 2023, ia kembali berkarya di SD Katolik Santa Louisa Cepu setelah sebelumnya mengajar di taman kanak-kanak (TK).
Bagi Indri, sekolah tersebut memiliki ikatan emosional yang kuat. Ia menyaksikan sendiri bagaimana kondisi bangunan sekolah tidak banyak berubah sejak dirinya masih menjadi siswa hingga kembali bekerja di tempat itu.
“Dari saya sekolah sampai sekarang, bentuknya masih sedemikian rupa,” kata Indri.
Ikatan keluarganya dengan sekolah tersebut juga terjalin cukup erat. Ibunya, yang kini berusia sekitar 70 tahun, merupakan alumni SD Katolik Santa Louisa Cepu.
Karena itu, revitalisasi senilai Rp998 juta tersebut disambut baik. Ia berharap perbaikan enam ruang kelas dapat menghadirkan suasana belajar yang lebih nyaman bagi generasi siswa saat ini.
“Terima kasih kepada pemerintah melalui program revitalisasi ini,” ujarnya.
Revitalisasi SD Katolik Santa Louisa Cepu menjadi bagian dari upaya memperbaiki sarana pendidikan yang telah lama digunakan. Dengan bangunan yang lebih layak, sekolah diharapkan mampu terus menjalankan perannya dalam mendidik generasi muda di Kabupaten Blora.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.














