Blora, Tuturpedia.com – Sebanyak 74 jamaah umrah diberangkatkan biro perjalanan Khadijah Wisata di bawah naungan PT Nabila Inti Persada menuju Tanah Suci, Sabtu (10/10/2026). Para jamaah tersebut mengikuti program perjalanan ibadah selama 13 hari.
Keberangkatan ini menjadi bagian dari perjalanan Khadijah Wisata dalam melayani masyarakat yang ingin menunaikan ibadah umrah. Pada 28 Oktober 2026 mendatang, biro perjalanan tersebut akan genap berusia 12 tahun.
Pemilik sekaligus Sekretaris Khadijah Wisata, Hj. Siti Yulianti, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang terus menggunakan layanan perjalanan umrah yang dikelolanya.
“Alhamdulillah, tahun ini sudah 12 tahun saya mengurus perjalanan umrah. Pada 28 Oktober nanti, Khadijah Wisata genap berusia 12 tahun,” kata Yulianti di sela-sela pemberangkatan jamaah.
Menurutnya, perjalanan selama hampir 12 tahun menjadi pengalaman berharga dalam mendampingi masyarakat menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Khadijah Wisata berupaya memberikan pelayanan mulai dari persiapan keberangkatan hingga pendampingan selama perjalanan.
Paket Umrah Rp38 Juta hingga Rp40 Juta
Yulianti menjelaskan, Khadijah Wisata menyediakan pilihan program umrah selama 12 dan 13 hari. Rombongan yang diberangkatkan kali ini memilih program perjalanan selama 13 hari.
Untuk biaya, paket umrah yang ditawarkan saat ini sebesar Rp38 juta untuk keberangkatan dari Jakarta dan Rp40 juta dari Surabaya. Harga tersebut merupakan paket all in sesuai fasilitas yang disediakan.
Khadijah Wisata juga memberikan alternatif pembiayaan melalui mitra yang telah bekerja sama dengan biro perjalanan tersebut.
Dari total 74 jamaah yang berangkat kali ini, delapan orang menggunakan skema dana talangan. Melalui skema tersebut, calon jamaah dapat mengajukan pembiayaan dengan uang muka Rp5 juta hingga Rp10 juta, sesuai persyaratan yang berlaku.
“Dengan uang muka Rp5 juta hingga Rp10 juta, jamaah bisa berangkat selama memenuhi persyaratan pembiayaan,” jelasnya.
Ia menyebutkan, kerja sama pembiayaan umrah dan haji tersebut telah berjalan hampir tujuh tahun. Skema ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan pembiayaan untuk mewujudkan keinginan beribadah ke Tanah Suci.
Jamaah Tertua Berusia 85 Tahun
Sementara itu, Direktur Khadijah Wisata PT Nabila Inti Persada, H. Muhammad Mashuri, mengatakan para jamaah berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Blora dan sekitarnya.
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam rombongan kali ini adalah keikutsertaan jamaah berusia 85 tahun. Usia tersebut tidak menyurutkan niat jamaah untuk menunaikan ibadah umrah.
Mashuri juga menyampaikan bahwa terdapat jamaah asal Kecamatan Jepon yang sebelumnya pernah menjadi korban penipuan perjalanan umrah. Jamaah tersebut kemudian mendapat dukungan agar tetap bersemangat mewujudkan niat beribadah ke Tanah Suci.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa keinginan menunaikan ibadah umrah perlu didukung dengan informasi yang benar, persiapan matang, serta pemilihan penyelenggara perjalanan yang dapat dipercaya.
Calon Jamaah Diminta Waspada Harga Murah
Di tengah tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah, Yulianti mengingatkan calon jamaah agar tidak mudah tergiur penawaran harga yang jauh di bawah harga pada umumnya.
Menurutnya, masyarakat perlu memastikan legalitas penyelenggara perjalanan ibadah umrah, rekam jejak biro perjalanan, rincian fasilitas, serta kejelasan pendampingan selama perjalanan.
Calon jamaah juga diminta memeriksa kelengkapan dokumen perjalanan dan memastikan kejelasan tiket pulang-pergi sebelum keberangkatan.
Langkah tersebut penting agar masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan ibadah dengan lebih tenang dan mengurangi risiko menjadi korban penipuan.
Dengan pengalaman hampir 12 tahun melayani jamaah, Khadijah Wisata berharap dapat terus mendampingi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah umrah secara aman dan nyaman.
Bagi masyarakat, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan lintas negara, melainkan juga ikhtiar panjang untuk memenuhi panggilan ibadah. Karena itu, kepastian layanan dan perlindungan jamaah menjadi hal penting yang harus diperhatikan sejak awal pendaftaran hingga kembali ke Tanah Air.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.
