Blora, Tuturpedia.com – Ada yang berbeda dengan perayaan Idul Fitri Bupati Blora, H. Arief Rohman, tahun 2026 ini. Jika biasanya pejabat daerah menggelar Open House mewah di Pendopo Kabupaten, Mas Arief (sapaan akrabnya) justru memilih pulang kampung dan berbaur dengan warga di Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Mengenakan koko putih dan peci hitam, Bupati Arief tampak hangat menyapa warga di Pondok Pesantren An-Nur. Keputusan ini ternyata bukan tanpa alasan. Selain ingin bernostalgia, ada pesan mendalam di baliknya. Sabtu, (21/03/2026).

Alasan di Balik Pilihan Lokasi
Gus Arief sapaan akrabnya, mengungkapkan dua poin utama mengapa ia memilih merayakan Lebaran di desa yakni rindu masa kecil.


“Saya sudah puluhan tahun tidak pulang kampung saat Lebaran. Tahun ini saya ingin menemani orang tua dan mengenang masa kecil di desa,” ujarnya.
Selain mengenang masa kecil, lanjutnya kembali, dirinya juga menjelaskan adanya arahan dari Menteri Dalam Negeri dan Mensesneg agar para pejabat tidak menggelar Open House yang bermewah-mewahan. Sebaliknya, pemerintah daerah diminta untuk lebih banyak berbagi dan mendekatkan diri secara langsung kepada masyarakat.
Silaturahmi yang Guyub
Kegiatan silaturahmi ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan kepala OPD. Alih-alih formalitas kaku, suasana di Pondok An-Nur justru terasa sangat kekeluargaan. Bupati dan rombongan ikut melaksanakan salat Id bersama warga dan melanjutkan sesi salam-salaman dengan para jemaah.
“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar masukan, dan mohon doa restu agar pembangunan Blora ke depan bisa lebih maju dan sejahtera,” tuturnya.
Acara silaturahmi di kampung halaman ini dijadwalkan berlangsung hingga sore hari, memberikan kesempatan bagi warga lokal untuk berinteraksi langsung dengan pemimpin mereka tanpa sekat formalitas kantor.

















