Kuningan, Tuturpedia.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengajak seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperkuat kepedulian sosial melalui Gerakan SPPG Berinfak. Gerakan ini diharapkan menjadi budaya berbagi di kalangan pegawai dan relawan sekaligus memperluas bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Selasa, (13/10/2026).
Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, Yusron Kholid, mengatakan gerakan tersebut diawali dengan penyaluran infak dari pegawai dan relawan SPPG Sindangsari 3 di Kecamatan Sindangagung serta SPPG Dukuh Tengah di Kecamatan Maleber.
Yusron mengapresiasi inisiatif kedua SPPG tersebut dan berharap langkah itu menginspirasi satuan pelayanan lainnya untuk ikut berpartisipasi.
“Gerakan ini menjadi pemicu bagi SPPG lain agar mulai membudayakan berinfak di kalangan SPPG. Kami juga sangat mengapresiasi inisiatif dari dua SPPG yang telah berinfak ke Baznas,” ujarnya di Kuningan, Senin.
Ia menjelaskan, dana infak yang dihimpun akan dioptimalkan untuk mendukung berbagai program sosial, termasuk membantu keluarga relawan SPPG yang membutuhkan bantuan.
Keluarga relawan yang memerlukan dukungan dapat mengajukan permohonan kepada Baznas Kabupaten Kuningan. Selanjutnya, permohonan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Yusron, sejumlah SPPG lainnya juga telah menyampaikan rencana untuk menyalurkan infak melalui Baznas Kuningan dalam waktu dekat.
Kepala SPPG Sindangsari 3 Kuningan, Alfan, mengatakan pihaknya mengarahkan pegawai dan relawan untuk menyalurkan infak melalui Baznas agar kegiatan berbagi dapat dilakukan secara konsisten dan terkelola dengan baik.
“Semoga kami bisa konsisten untuk memberikan infak ini ke Baznas Kuningan. Selama itu kegiatan untuk kebaikan, kami akan dukung,” katanya. Senin, (12/10).
Baznas Kuningan berharap Gerakan SPPG Berinfak tidak berhenti pada penyerahan infak dari dua SPPG, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu memperkuat solidaritas sosial dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Melalui kolaborasi tersebut, lingkungan pelayanan pemenuhan gizi diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga ikut memperkuat kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.
