Blora, Tuturpedia.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora yang baru dilantik, Sunaryo, S.Pd., langsung menyoroti pentingnya percepatan pembahasan anggaran tahun 2027. Sinkronisasi program antarorganisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi agenda utama untuk memastikan arah pembangunan berjalan selaras.
Sunaryo menyampaikan hal tersebut seusai dilantik oleh Bupati Blora Arief Rohman di Halaman Kantor Bupati Blora, Rabu (28/10/2026), setelah upacara peringatan ke-98 Hari Sumpah Pemuda.
Menurut Sunaryo, pembahasan anggaran 2027 merupakan pekerjaan mendesak yang membutuhkan harmonisasi dan koordinasi seluruh perangkat daerah. Setiap OPD harus menyusun program secara terpadu agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Pembahasan anggaran 2027 ini mendesak. Kita perlu melakukan harmonisasi dan sinkronisasi antarperangkat daerah. Semuanya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus sinkron dari bawah hingga atas demi mencapai tujuan bersama,” ujar Sunaryo.
Ia menegaskan, sinkronisasi program diperlukan agar perencanaan dan penganggaran setiap perangkat daerah sejalan dengan visi-misi kepala daerah serta Asta Cita.
Keselarasan tersebut menjadi penting untuk menghindari tumpang tindih program, meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran, serta memastikan prioritas pembangunan memiliki arah yang jelas.
Selain pembahasan anggaran, Sunaryo juga akan memperkuat sejumlah aspek tata kelola pemerintahan. Di antaranya Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Reformasi Birokrasi, harmonisasi peraturan perundang-undangan, serta pengelolaan barang milik daerah.
Penguatan SAKIP dan Reformasi Birokrasi diperlukan untuk mendorong kinerja aparatur yang lebih terukur dan akuntabel. Sementara itu, harmonisasi regulasi diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kebijakan agar berjalan sesuai ketentuan.
Pengelolaan barang milik daerah juga menjadi perhatian, mengingat aset pemerintah merupakan bagian dari sumber daya yang harus ditatausahakan dan dimanfaatkan secara tertib serta bertanggung jawab.
Ke depan, koordinasi lintas OPD akan menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan pembangunan berjalan berkesinambungan.
Tantangan bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Blora adalah menerjemahkan seluruh rencana tersebut menjadi program yang tepat sasaran, dengan penggunaan anggaran yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Publik pun menaruh harapan agar penyusunan anggaran 2027 tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, tetapi benar-benar mengutamakan kebutuhan masyarakat, peningkatan pelayanan publik, dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Blora.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.














