Tuturpedia.com — Musim 2025/2026 terasa istimewa bagi Arsenal. Tak hanya tampil konsisten, mereka juga menunjukkan perkembangan sebagai tim yang kuat di semua kompetisi besar yang mereka jalani. Setelah lama tanpa gelar sejak Piala FA 2019/2020, kini The Gunners punya peluang langka: Mengumpulkan empat trofi utama dalam satu musim, sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh segelintir klub elit dunia.
Empat trofi yang dimaksud bukan sekadar piala biasa. Arsenal masih bersaing di:
- Premier League
- Liga Champions
- Piala FA
- Piala EFL (Carabao Cup)
Ini adalah kompetisi yang menjadi syarat “quadruple sejati” dalam sepak bola modern, yang berarti memenangkan liga domestik, dua piala domestik utama, dan kompetisi kontinental tertinggi dalam satu musim. Trofi seperti Community Shield atau turnamen mini lain tidak masuk hitungan.
Kenapa Quadruple Itu Langka?
Quadruple bukan hanya soal konsistensi tetapi stabilitas, kedalaman skuad, dan kemampuan menjaga performa di empat ajang berbeda dari awal sampai akhir musim. Banyak klub besar dunia bahkan gagal mencapai semua finalnya sekaligus, apalagi memenangkan semuanya. Itu sebabnya prestasi ini sangat sulit ditiru, meski Arsenal sekarang berada di posisi yang menjanjikan.
Seberapa dekat Arsenal dengan Target Ini?
Sekilas, situasi Arsenal musim ini terlihat sangat mendukung:
- Di Premier League, Arsenal memimpin klasemen dengan selisih poin yang cukup nyaman, walau persaingan tetap sengit.
- Di Liga Champions, mereka lolos sebagai pemuncak klasemen, mencatat dominasi yang mengesankan di babak awal.
- Di Carabao Cup, mereka sudah memastikan tempat di final setelah menyingkirkan Chelsea dengan agregat 4–2, yang membuat impian empat gelar masih hidup.
- Di Piala FA, perjalanan Arsenal juga cukup menjanjikan dan masih berlanjut hingga ronde ke-4.
Namun, perjalanan masih jauh dari selesai. Tantangan terbesar justru ada di Liga Champions, kompetisi di mana level lawan lebih tinggi dan peluang terjadinya kejutan selalu terbuka. Untuk benar-benar mencapai quadruple, Arsenal harus terus menunjukkan ketangguhan di setiap laga sampai finalnya.
Maka, pertanyaan besarnya bukan lagi soal apakah Arsenal bisa bersaing, melainkan apakah mereka bisa bertahan di puncak performa, menjaga fokus, dan menghadapi tekanan di momen-momen krusial. Mimpi empat gelar bukan sekadar khayalan, fakta bahwa mereka masih ada di keempat ajang membuktikannya. Tapi untuk mewujudkannya? Itu masih sebuah perjalanan panjang penuh tantangan yang layak diikuti setiap pekan.***
















