Jakarta, Tuturpedia.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah diharapkan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang paling membutuhkan. Namun, pelaksanaannya dinilai masih memerlukan perhatian serius agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara merata hingga ke seluruh wilayah Indonesia.
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti bahwa wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang selama ini dikenal sebagai kantong kemiskinan justru menjadi daerah yang paling membutuhkan intervensi gizi dari negara. Jumat, (13/03/2026).
Menurutnya, distribusi program MBG yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional hingga saat ini lebih banyak terlihat di wilayah perkotaan. Sementara masyarakat di daerah 3T, kata dia, sering kali hanya menyaksikan pelaksanaan program tersebut melalui media sosial tanpa benar-benar merasakan manfaatnya secara langsung.
“Wilayah 3T adalah daerah dengan tingkat kerentanan gizi yang tinggi. Seharusnya justru menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG,” ujar Edy.
Ia menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan ketimpangan serta rasa ketidakadilan di tengah masyarakat apabila tidak segera dibenahi. Karena itu, Edy meminta pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan program MBG dengan menempatkan daerah 3T sebagai prioritas utama.
Menurutnya, persoalan ini bukan semata-mata soal ketersediaan anggaran, melainkan tentang keberpihakan kebijakan serta keseriusan dalam menjalankan program secara merata.
Edy juga mendorong agar Badan Gizi Nasional bersama pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar program MBG benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
“Jika daerah 3T terus tertinggal dari pelaksanaan program ini, maka pertanyaan besar tentang keadilan sosial dalam kebijakan publik tidak bisa dihindari,” tegasnya.
Program MBG sendiri diharapkan mampu menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperbaiki kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting di Indonesia. Namun pemerataan pelaksanaan program menjadi kunci agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di wilayah perkotaan saja.
