Shanghai, Tuturpedia.com — Andrea Kimi Antonelli menegaskan dirinya bukan sekadar sensasi sesaat. Pembalap muda Mercedes itu tampil nyaris tanpa cela untuk merebut kemenangan perdana Formula 1 di GP China 2026, sekaligus mengakhiri puasa panjang kemenangan pembalap Italia sejak 2006.
Start dari pole position, Antonelli sempat kehilangan posisi di awal lomba, namun dengan cepat merebut kembali kendali balapan dan menjaga keunggulan hingga garis finis. Ia menang dengan selisih lebih dari lima detik atas rekan setimnya, George Russell, yang memastikan finis 1–2 bagi Mercedes.
Di belakang keduanya, Lewis Hamilton menandai era barunya bersama Ferrari dengan podium pertama, disusul Charles Leclerc di posisi keempat. Balapan juga diwarnai sejumlah insiden, termasuk kegagalan start dari kubu McLaren dan beberapa pembalap yang gagal finis.
Kemenangan ini membuat Antonelli semakin dekat dalam perebutan gelar dunia, hanya terpaut tipis dari Russell di klasemen sementara.
Hasil Lengkap 10 Besar F1 GP China 2026
- Andrea Kimi Antonelli — Mercedes — 56 lap
- George Russell — Mercedes — +5.515 detik
- Lewis Hamilton — Ferrari — +25.267 detik
- Charles Leclerc — Ferrari — +28.894 detik
- Oliver Bearman — Haas — +57.268 detik
- Pierre Gasly — Alpine — +59.647 detik
- Liam Lawson — Racing Bulls — +80.588 detik
- Isack Hadjar — Red Bull Racing — +87.247 detik
- Carlos Sainz Jr. — Williams — +1 lap
- Franco Colapinto — Alpine — +1 lap
Klasemen Sementara F1 2026 (Usai GP China)
Pembalap (Top 10)
- George Russell — 51 poin
- Andrea Kimi Antonelli — 47 poin
- Charles Leclerc — 34 poin
- Lewis Hamilton — 33 poin
- Oliver Bearman — 17 poin
- Lando Norris — 15 poin
- Max Verstappen — 8 poin
- Pierre Gasly — 6 poin (estimasi posisi berbasis hasil lomba)
- Liam Lawson — 4 poin (estimasi)
- Isack Hadjar — 2 poin (estimasi)
Konstruktor (Top 5)
- Mercedes — 98 poin
- Ferrari — 67 poin
- McLaren — 18 poin
- Haas — 17 poin
- Alpine — 12 poin
Kemenangan Antonelli bukan hanya soal statistik. Ia menjadi pembalap termuda kedua yang memenangi balapan F1 dan langsung mencetak “hat-trick” (pole, fastest lap, dan kemenangan) dalam satu akhir pekan, sebuah pencapaian langka bahkan bagi pembalap senior.
Lebih dari itu, Shanghai 2026 terasa seperti titik balik: generasi baru resmi mengambil alih panggung, sementara nama-nama besar seperti Hamilton mulai menulis babak baru dalam karier mereka.
Jika tren ini berlanjut, musim 2026 berpotensi menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam satu dekade terakhir—dengan Mercedes kembali sebagai kekuatan dominan, namun Ferrari dan talenta muda siap memberi perlawanan serius.***
