Semarang, Tuturpedia.com — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong gerakan bersih-bersih sampah mulai dari lingkup terkecil, sebagai upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan dan memperbaiki pengelolaan sampah.
Gerakan ini juga menjadi wujud dukungan terhadap program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas pemerintah pusat, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia bersih dan zero sampah pada 2029.
“Saya ulangi, sampah, sampah, sampah. Bapak Presiden sangat komitmen soal ini. Jadi, penanganan sampah harus segera dieksekusi,” tegas Ahmad Luthfi saat memberikan arahan kepada seluruh OPD, BUMD, dan BLUD di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026).
Menurut Luthfi, gerakan bersih-bersih ini akan dilakukan dengan dua pendekatan: rutinitas dan gradual. Untuk rutinitas, kegiatan dapat dilakukan di lingkungan atau kantor masing-masing, misalnya dua kali seminggu.
Sementara pendekatan gradual melibatkan seluruh instansi vertikal dan horisontal di Jawa Tengah, untuk membersihkan titik-titik lokasi yang rawan sampah. Kegiatan ini direncanakan masif, berkelanjutan, dan hingga tingkat kabupaten/kota.
“Kita ajak Polda, Kejaksaan, Kodam, dan seluruh instansi turun langsung. Bisa seminggu sekali. Tujuannya agar efeknya terasa, sekaligus mendidik masyarakat untuk terbiasa bersih-bersih,” jelasnya.
Beberapa kabupaten/kota di Jateng sudah mulai berinovasi dalam pengelolaan sampah. Misalnya, Pekalongan Raya tengah menyiapkan tempat pengolahan sampah terpadu regional, yang mampu menampung sampah hingga ribuan ton per hari. Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes juga melakukan upaya serupa. Solo Raya dan Semarang Raya pun tengah menyiapkan lokasi pengolahan regional atau menggunakan model RDF (Refuse Derived Fuel) untuk kapasitas 100–200 ton per hari.
“Ini harus cepat dilakukan karena persoalan sampah sudah menjadi proyek vital nasional,” tegas Luthfi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng, Widi Hartanto, menambahkan bahwa gerakan bersih-bersih ini masih dalam tahap persiapan. Gerakan ini menjadi implementasi nyata dukungan Provinsi Jawa Tengah terhadap Gerakan Indonesia ASRI. Koordinasi dengan kabupaten/kota juga terus berlangsung untuk memastikan pengelolaan sampah bisa berjalan lebih cepat dan efektif.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat pengelolaan sampah di Jateng,” kata Widi.***
Kontributor Jawa Tengah: Rizal Akbar
