Tuturpedia.com – Bakal calon presiden (bacapres) Anies Rasyid Baswedan memberikan solusi untuk generasi sandwich (sandwich generation) atas pertanyaan yang diajukan di Mata Najwa pada (19/9/2023).
Sandwich generation adalah sebutan untuk seseorang yang memiliki tanggung jawab lebih dari dirinya sendiri, yaitu orang tua dan anak-anak mereka, bahkan yang termasuk anggota keluarga.
Dalam artian, generasi ini mempunyai beban yang lebih besar. Sebab mereka seperti terlapisi di tengah-tengah, atau terjepit untuk mendukung finansial maupun fisik.
Menurut studi dari Pew Research Center yang dikutip Tuturpedia.com pada Kamis (21/9/2023), sekitar satu dari tujuh orang di Amerika yang berusia 40 – 60 tahun memberikan bantuan keuangan kepada anak dan orang tua mereka secara bersamaan.
Faktor ini menjadi tekanan tambahan dalam mengatur karier maupun masalah pribadi. Hal ini disebut sebagai generasi sandwich yang juga mengalami tekanan finansial dan emosional.
Salah satu pertanyaan mengenai sandwich generation lewat media sosial Mata Najwa saat sesi tanya jawab di acara ‘3 Bacapres Bicara Gagasan’ yaitu, untuk semua capres, mau tanya bagaimana cara dan solusi jika kita menjadi sandwich generation?’
Kemudian Anies Baswedan menjawab, menurutnya jangan memandang hal itu sebagai beban, bagaimana keseharian menyelimuti banyak orang di generasi sandwich ini.
Terutama jika untuk orang tua, sebagaimana orang tua sudah membiayai anak-anak mereka sejak kecil.
“Nomor satu ketika Anda mendapatkan tanggung jawab ikut membiayai orang tua, maka jangan pernah pandang ini sebagai beban, tapi pandang ini sebagai sumur pahala untuk Anda membiayai orang tua. Karena dia sudah membiayai Anda selama ini, itu penting sekali!” ujar Anies Baswedan, dikutip Tuturpedia.com dari YouTube Najwa Shihab.
Lalu, Anies menambahkan soal tanggung jawab yang berat dan ringan adalah soal perasaan.
“Kita ambil tanggung jawab soal ini, apakah berat? Berat ringan itu soal perasaan, bila dijalani dengan sepenuh hati, maka itu akan bisa terasa ringan, jadi nomor satu menurut saya mindset-nya (pola pikirnya),” lanjut Anies.
Selain itu, Anies juga menganjurkan untuk generasi sandwich terus mencari kesempatan dan peluang. Sebab, kita pasti bertemu dengan hal yang berbeda, pelajaran yang bisa diambil juga pasti ada.
Dengan pengalaman dan tanggung jawab yang bisa dikatakan sebagai beban, baik itu kecil maupun besar, tentu bisa menjadikan kita sebagai pribadi yang bisa mengelola keadaan.
“Yang kedua, tentu cari kesempatan, dan cari kesempatan ini teman-teman sekalian, ketika Anda dapat beban sandwich begini, ingat teman-teman ini sesungguhnya adalah masa pembelajaran yang di kemudian hari, hampir pasti Anda punya pengalaman mengelola beban yang besar,” tutur Anies.
“Anda nanti ketika memimpin, Anda ketika punya tanggung jawab, Anda punya pengalaman pengelolaan beban yang lebih tinggi, jadi saya ingin usul pada teman-teman jangan berharap segalanya serba ringan, segalanya serba enak, ketika Anda ketemu tanggung jawab ekstra, pandang ini sebagai persiapan untuk dapat tanggung jawab lebih besar di kemudian hari,” tambahnya.
Sehingga, sikap ulet atau tidak mudah putus asa diperlukan untuk menghadapi beban dan tanggung jawab sebagai seseorang yang berada di generasi sandwich.
“Jadi, cari peluang, cari kesempatan, yang ulet, kalau orang lain hanya belajar, kemudian di kosan Anda harus belajar dan bekerja dan seberat-beratnya apa yang Anda alami Anda boleh bilang pada diri sendiri, saya bukan orang pertama yang melewati ini, pasti ada orang lain sebelum saya melewati ini, dan if they survive, I will survive,” pungkasnya.
Dengan demikian, memang tidak mudah untuk menjalani semua hal sekaligus. Tetapi, setiap orang yang mengalami beban dan tanggung jawab ini pasti bisa melewatinya. Jangan lupa untuk memerhatikan diri sendiri.***
Penulis: Annisaa Rahmah
Editor: Nurul Huda















