Kopdar Tutup Musim Sangkara 2026 di Blora: Layangan Akhir Musim Bawa Berkah Pedagang, Rajut Persaudaraan di Tengah Sawah

TUTURPEDIA - Kopdar Tutup Musim Sangkara 2026 di Blora: Layangan Akhir Musim Bawa Berkah Pedagang, Rajut Persaudaraan di Tengah Sawah
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com — Langit sore di atas persawahan Pucuk, Pakis, Andongrejo, Kabupaten Blora, Senin (11/10/2026) dipenuhi ratusan layangan berwarna-warni. Komunitas pelayang Kabupaten Blora resmi menutup musim dengan menggelar Kopdar Tutup Musim Sangkara 2026.

Bukan hanya soal terbang tinggi, acara ini ternyata juga membawa berkah nyata bagi para pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar lokasi.


Sejak sore hari, ratusan warga dan pelayang sudah memenuhi area sawah. Tenda biru panitia, bendera-bendera bergoyang, truk, motor, dan kerumunan orang menjadi pemandangan utama.

Di langit, layangan tradisional hingga modern saling bersaing mencari angin. Sementara di tanah, deretan gerobak jajanan mendadak ramai luar biasa.

Berkah Pedagang di Akhir Musim

Kehadiran ratusan orang langsung menghidupkan ekonomi lokal. Gerobak dengan beraneka ragaman jajanan, es teh, serta berbagai jajanan lain seolah tak berhenti melayani pembeli.

Suasana matahari terbenam yang kemerahan membuat para pengunjung betah berlama-lama, sambil menikmati camilan sambil menonton layangan.

“Ramai banget dari sore. Biasanya sepi, hari ini sampai kehabisan stok,” ujar salah satu pedagang yang berjualan di pinggir sawah.

Banyak warga yang datang bukan hanya untuk menerbangkan layangan, tapi juga sekadar menikmati suasana akhir musim bersama keluarga. Hasilnya, omzet pedagang naik signifikan dibanding hari biasa.

Kilas Balik: Dari Ngobrol Santai Jadi Keluarga Besar

Sangkara sendiri lahir dari kebiasaan sederhana. Dulu, sekelompok pelayang hanya berkumpul di akhir pekan, menerbangkan layangan sambil ngobrol santai.

Lama-kelamaan, kebiasaan itu tumbuh menjadi komunitas resmi Satuan Pelayang Kabupaten Blora—kini komunitas pecinta layangan terbesar di kota ini.

Di dalam Sangkara, tidak ada batasan jenis atau harga layangan. Semua diterima. Mereka saling berbagi tips membuat, menerbangkan, hingga cerita suka duka.

“Ini bukan sekadar soal menerbangkan layangan. Yang lebih penting adalah silaturahmi, kebersamaan, dan menjaga persaudaraan sesama pelayang,” demikian semangat yang selalu digaungkan panitia.

Kopdar Tutup Musim Sangkara 2026 mengusung tema “Datang, Terbangkan, Jalin Persaudaraan”. Acara berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga malam, dengan akses mudah melalui arah Noyo Gimbal. Panitia juga menyiapkan doorprize menarik yang diundi bagi peserta.

Meski musim layangan resmi ditutup, semangat Sangkara tidak berhenti di sini.

Mereka berharap semakin banyak pelayang dari sekitar Blora yang bergabung, saling berbagi, dan bersama-sama melestarikan hobi sekaligus seni layangan yang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Terbang bebas tanpa batas, jalin persaudaraan. Dan di akhir musim ini, layangan tak hanya membawa angin, tapi juga rezeki bagi banyak orang.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

tuturpedia.com - 2026