Jakarta, Tuturpedia.com — Sinemaku Pictures menghadirkan film terbaru berjudul Memburu Pemangsa, sebuah film bergenre horror-crime-action yang memadukan ketegangan investigasi, aksi, dan isu kekerasan terhadap anak. Film garapan produser sekaligus sutradara Umay Shahab ini mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 24 September 2026.
Film Memburu Pemangsa menghadirkan empat aktris perempuan sebagai pemeran utama, yakni Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem. Keempatnya berperan sebagai jurnalis perempuan yang terlibat dalam penyelidikan kasus hilangnya sejumlah anak dan berusaha membongkar kejahatan yang mengancam korban berikutnya.
Sebelum tayang secara luas, film ini telah menggelar agenda Nonton Duluan di tujuh kota, yaitu Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Yogyakarta, Medan, dan Makassar. Berdasarkan keterangan Sinemaku Pictures, agenda tersebut mendapat antusias tinggi dan sebagian besar tiketnya terjual habis.
Perburuan yang Mengancam Nyawa
Berbeda dari film horor yang menjadikan hantu atau iblis sebagai satu-satunya sumber ancaman, Memburu Pemangsa menempatkan manusia sebagai musuh utama. Film ini menghadirkan sosok manusia keji yang bekerja sama dengan iblis.
Di tengah ancaman tersebut, empat jurnalis perempuan berada di garis depan. Mereka tidak hanya melakukan investigasi, tetapi juga harus menghadapi situasi yang mempertaruhkan keselamatan mereka sendiri.
Umay Shahab mengatakan film ini menjadi bentuk baru dalam perjalanan kreatifnya. Ia menyebut Memburu Pemangsa sebagai karya yang memadukan horror, crime, dan action dengan pendekatan yang berbeda dari film-film sebelumnya.
“Sebagai manusia dan pembuat film, tentunya saya ingin bertumbuh. Memburu Pemangsa adalah karya saya dalam bentuk yang baru, lewat sajian horror-crime-action yang akan memberikan pengalaman menonton penuh ketegangan dan warna yang berbeda dari karya-karya saya sebelumnya, dan ini menjadi seperti spiritual journey bagi saya,” ujar Umay Shahab.
Menurut Umay, film tersebut juga membawa isu yang dinilai penting untuk terus dibicarakan, terutama berkaitan dengan kejahatan terhadap anak.
“Film ini membawa isu yang penting, tentang kejahatan pada anak yang angkanya hingga saat ini juga masih sangat tinggi. Semoga film Memburu Pemangsa juga bisa memberi dampak pada isu yang sangat penting untuk terus kita bicarakan,” tambah Umay.
Laura Basuki Rasakan Pengalaman Baru
Laura Basuki memerankan Agnes, pemimpin redaksi Daily Wave News. Karakter tersebut menjadi salah satu pusat cerita karena harus menghadapi kasus penculikan seorang anak tepat di depan matanya.
Bagi Laura, perpaduan horor, crime, action, dan investigasi menjadi salah satu alasan dirinya tertarik bergabung dalam film ini. Memburu Pemangsa juga menjadi kolaborasi pertamanya dengan Sinemaku Pictures.
“Semua cinematic experience akan kalian rasakan di film ini, saat horror-crime-action menyatu, dan ini pengalaman yang baru bagiku. Semoga film ini juga bisa memberikan ruang diskusi untuk orang-orang, agar semakin menyadarkan mereka harus meminta bantuan ke mana ketika hal-hal serupa terjadi pada mereka,” ujar Laura Basuki.
Sementara itu, Prilly Latuconsina yang berperan sebagai Cia melihat film ini sebagai medium untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu kekerasan terhadap anak.
“Saya melihat isu kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Indonesia bukan karena pemberitaan minim, informasi sudah banyak tapi kita juga perlu melihat ada budaya diam. Di beberapa lingkungan, seperti di rumah, atau ketika kita membaca informasi tersebut kita bingung harus melakukan apa sehingga itu dibiarkan saja. Jadi viral sehari, dua hari, tidak ada penanganan yang tepat. Padahal harus ada aksi, ketika ada berita-berita tersebut. Isu ini perlu bantuan kita semua untuk bersuara dan memberikan respons yang tepat,” ujar Prilly Latuconsina.
Peran yang Menuntut Stamina
Taskya Namya memerankan Brina. Menurutnya, perpaduan genre horor dan action membuat proses memainkan karakter tersebut membutuhkan stamina ekstra.
“Butuh tenaga berlebih, karena capeknya dua kali lipat. Penonton sepertinya juga akan ikut merasakan ngos-ngosannya mengikuti kami berempat menginvestigasi predator di film ini,” ujar Taskya Namya.
Taskya juga merasa memiliki kedekatan dengan karakter Cia karena dalam kehidupan nyata dirinya merupakan seorang tante.
“Aku bisa melihat gambaran aku ada di karakter Cia di film ini. Seorang tante yang menjaga keponakannya. Dan di kehidupan nyata, aku juga seorang tante yang harus menjaga tiga keponakanku,” tambah Taskya.
Yasamin Jasem sebagai Anya juga menemukan kedekatan dengan karakter yang diperankannya. Anya digambarkan sebagai jurnalis yang melakukan riset dan memiliki ketertarikan pada demonologi.
“Aku dan Anya memiliki kedekatan. Anya adalah jurnalis yang melakukan riset dan memiliki minat pada demonologi. Sementara aku juga banyak menonton documentary crime dan berbau cult. Kami para pemeran juga bertemu dengan Komnas Perlindungan Anak, yang menurutku menjadi pemantik untuk menyuarakan isu yang kami angkat, dan semoga semua orang bisa menjadi lebih baik setelah menonton film ini,” ujar Yasamin Jasem.
Sinopsis Memburu Pemangsa
Cerita bermula ketika empat anak menghilang dari satu kawasan. Mereka kemudian ditemukan dalam kondisi menjadi korban kejahatan, sementara waktu terus berjalan karena ada anak lain yang terancam.
Agnes yang telah menolak kemampuan supernatural sejak kematian putrinya sendiri kemudian terseret ke dalam kasus tersebut setelah menyaksikan seorang anak diculik tepat di depan matanya.
Bersama Cia, Brina, Anya, dan seorang polisi bernama Petra, Agnes melakukan investigasi terhadap kasus gelap tersebut. Mereka kemudian dihadapkan pada pilihan sulit: mundur demi menyelamatkan diri atau mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan anak-anak yang berada dalam ancaman.
Film Memburu Pemangsa tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. Tiket penayangan hari pertama juga tersedia melalui M-TIX, CGV, Cinepolis, TIX ID, serta sejumlah jaringan bioskop secara offline. Sinemaku Pictures turut menghadirkan promo Beli 1 Gratis 1 Tiket.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.














