News  

Hendak Bawa Botok, Aktivis Dari Blora Exi Wijaya Turut Hadang dan Negosiasi dengan APH

TUTURPEDIA - Hendak Bawa Botok, Aktivis Dari Blora Exi Wijaya Turut Hadang dan Negosiasi dengan APH
banner 120x600

Jakarta, Tuturpedia.com — Suasana di depan Gedung DPR RI, Senin (24/8/08), sempat memanas setelah massa menghadang kendaraan yang disebut membawa Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok. Selasa, (25/08/20226).

Di tengah kerumunan tersebut, sosok pria mengenakan kemeja kotak-kotak merah-putih dan topi hitam terlihat berada di dekat kendaraan. Dalam rekaman video yang beredar, pria tersebut tampak ikut menghadang kendaraan sekaligus terlibat komunikasi dengan pihak yang berada di dalam maupun sekitar mobil.

Sosok tersebut disebut oleh sejumlah pihak sebagai aktivis dari Blora, Exi Wijaya. Namun, dari rekaman video, yang dapat dipastikan adalah keberadaan seorang pria dengan ciri pakaian tersebut di tengah situasi pengepungan dan upaya komunikasi dengan aparat penegak hukum (APH).

Kehadiran warga yang menghadang kendaraan bukan tanpa alasan. Berdasarkan informasi yang disampaikan Polda Metro Jaya, Supriyono alias Mas Botok tidak ditangkap maupun diamankan. Peristiwa pengepungan kendaraan polisi disebut terjadi akibat kesalahpahaman di lapangan.

Sebelumnya, Mas Botok disebut hendak menuju Mapolda Metro Jaya untuk mengurus administrasi serta surat pemberitahuan aksi. Karena keterbatasan kendaraan, ia kemudian diarahkan menggunakan kendaraan dinas kepolisian.

Namun, ketika melihat Mas Botok berada di dalam kendaraan polisi, sebagian warga dan pengemudi ojek online (ojol) menduga telah terjadi penangkapan. Situasi pun spontan berubah tegang. Massa kemudian mengelilingi kendaraan dan meminta penjelasan dari aparat.

Dalam kondisi tersebut, pria berkemeja kotak-kotak yang disebut sebagai Exi Wijaya terlihat turut berada di barisan depan. Ia tampak berusaha melakukan komunikasi dan negosiasi agar situasi tidak berkembang menjadi benturan.

Peristiwa tersebut menggambarkan bagaimana kesalahpahaman di tengah massa dapat dengan cepat memicu ketegangan, terlebih ketika informasi mengenai seseorang yang berada di dalam kendaraan aparat belum tersampaikan secara jelas kepada masyarakat di lokasi.

Kekhawatiran massa juga dinilai tidak muncul begitu saja. Kilas balik sejumlah peristiwa sebelumnya serta kekhawatiran terhadap potensi kriminalisasi disebut menjadi faktor yang membuat warga lebih sensitif ketika melihat seseorang dibawa menggunakan kendaraan aparat.

Karena itu, transparansi dan komunikasi langsung di lapangan menjadi penting agar situasi serupa tidak kembali terjadi.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

tuturpedia.com - 2026