Tuturpedia.com – Aktor muda Elang El Gibran kembali menunjukkan sisi berbeda dalam perjalanan karier aktingnya. Selama ini dikenal lewat sosok pria kalem dengan citra “mas-mas Jawa”, Elang justru tampil berseberangan dengan karakter yang selama ini melekat pada dirinya dalam film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea produksi MD Pictures.
Di bawah arahan sutradara Anggy Umbara, Elang dipercaya memerankan Bara, salah satu anggota kelompok kreator konten horor bernama Para Pencari Hantu. Karakter ini menjadi salah satu tokoh sentral yang menggerakkan jalannya cerita ketika kelompok tersebut nekat melakukan siaran langsung dari sebuah rumah sakit angker di Korea Selatan demi mengejar target tiga juta penonton.
Film 402 Rumah Sakit Angker Korea mengangkat fenomena maraknya konten eksplorasi tempat-tempat angker yang belakangan banyak bermunculan di media sosial. Demi mendapatkan popularitas dan angka penonton yang fantastis, sekelompok kreator konten rela mempertaruhkan keselamatan mereka dengan memasuki Ruang 402, lokasi yang dipercaya menyimpan teror mengerikan.
Di tengah kisah tersebut, karakter Bara hadir sebagai sosok yang ambisius. Ia tidak segan mengambil keputusan berisiko selama target penonton bisa tercapai. Sikapnya yang egois dan lebih mementingkan popularitas dibanding keselamatan teman-temannya membuat Bara menjadi karakter yang diprediksi akan memancing emosi penonton.
Elang mengaku memerankan Bara menjadi salah satu tantangan terbesar yang pernah ia hadapi selama berkarier di dunia seni peran. Pasalnya, karakter tersebut sangat bertolak belakang dengan kepribadiannya di kehidupan sehari-hari maupun citra yang selama ini dikenal publik.
“Kalau dari aku pribadi, yang paling menantang untuk karakter ini adalah gimana aku harus ngeluarin sisi ‘nakal’ dari Elang. Karena di film ini, kalian bakal bete abis sama karakter Bara,” ungkap Elang.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran bagaimana proses pendalaman karakter yang harus dilalui Elang. Ia dituntut menghadirkan sosok yang mampu memancing rasa kesal penonton tanpa kehilangan sisi realistis seorang konten kreator yang terobsesi mengejar viral.
Karakter Bara sendiri menjadi representasi fenomena yang banyak ditemui di era digital. Demi mendapatkan perhatian publik, tidak sedikit kreator yang rela melakukan aksi ekstrem demi meningkatkan jumlah penonton maupun pengikut di media sosial.
Dalam film ini, ambisi tersebut membawa Bara bersama teman-temannya memasuki sebuah rumah sakit yang dikenal memiliki sejarah kelam. Awalnya mereka hanya ingin membuat siaran langsung demi menembus angka tiga juta viewers. Namun perlahan, perjalanan tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika berbagai kejadian supranatural mulai mengancam keselamatan mereka.
Ketegangan yang dibangun film tidak hanya berasal dari kemunculan sosok-sosok misterius, tetapi juga dari konflik antarkarakter. Keputusan-keputusan Bara yang sering kali mengutamakan konten dibanding keselamatan tim membuat situasi semakin sulit dikendalikan.
Meski harus memerankan tokoh yang penuh sisi negatif, Elang justru mengaku menikmati seluruh proses syuting. Berbeda dengan banyak orang yang mungkin merasa takut berada di lokasi bernuansa horor, aktor muda tersebut justru menganggap pengalaman itu sebagai sesuatu yang menyenangkan.
“Sebagai seseorang yang seneng banget sama hal-hal mistis kayak di sini, justru ini jadi pengalaman yang menarik banget buatku. Benar-benar pengalaman syuting yang beda,” ujar Elang.
Ketertarikannya terhadap dunia mistis membuat proses syuting menjadi pengalaman yang berkesan. Hal itu sekaligus membantu dirinya membangun chemistry dengan atmosfer mencekam yang menjadi kekuatan utama film garapan Anggy Umbara tersebut.
Selain menghadirkan kisah horor yang menegangkan, 402 Rumah Sakit Angker Korea juga mencoba menyoroti realitas kehidupan digital saat ini. Persaingan mendapatkan perhatian publik di media sosial sering kali mendorong seseorang mengambil keputusan yang melampaui batas logika. Tema tersebut menjadi benang merah yang membuat cerita terasa dekat dengan kehidupan masyarakat modern.
Kehadiran Elang sebagai Bara pun memberikan warna baru dalam jajaran pemain muda Indonesia. Transformasi dari sosok yang identik dengan karakter lembut menjadi pribadi yang penuh ambisi menunjukkan fleksibilitas aktingnya sebagai seorang aktor.
Film ini turut diperkuat deretan pemain lain seperti Arbani Yasiz, Saputra Kori, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, Jang Hansol, dan Aylena Fusil. Kombinasi para pemain tersebut menghadirkan dinamika yang semakin menghidupkan kisah sekelompok kreator konten yang harus menghadapi teror mengerikan di Ruang 402.
Melalui karakter Bara, penonton akan diajak melihat bagaimana ambisi mengejar popularitas dapat berubah menjadi bumerang yang mengancam nyawa. Pertanyaannya, apakah target tiga juta viewers sebanding dengan risiko yang harus mereka hadapi?
Jawabannya hanya bisa ditemukan dalam 402 Rumah Sakit Angker Korea, yang masih tayang di bioskop seluruh Indonesia dan siap menghadirkan pengalaman horor penuh ketegangan bagi para pecinta film genre ini.
Kontributor: Sarah Limbeng | Editor: Permadani T.














