News  

Petani Tebu Blora Ancam Long March ke Jakarta, Desak Perbaikan Pabrik GMM dan Kepastian Nasib Panen

TUTURPEDIA - Petani Tebu Blora Ancam Long March ke Jakarta, Desak Perbaikan Pabrik GMM dan Kepastian Nasib Panen
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Kekecewaan mendalam dirasakan para petani tebu yang tergabung dalam asosiasi petani setempat. Selama dua tahun terakhir, aspirasi mereka terkait perbaikan pabrik gula milik PT GMM dinilai tak kunjung mendapat perhatian serius.

Kondisi ini memicu gelombang protes yang kini mengarah pada rencana aksi besar menuju Jakarta.

Perwakilan petani tebu, Anton, menyampaikan bahwa para petani tengah mempersiapkan langkah ekstrem berupa perjalanan darat membawa armada tebu untuk menemui Presiden Prabowo Subianto secara langsung.

“Aksi ini adalah bentuk bahwa masyarakat berdikari, mandiri, dan swadaya. Ini kita tidak ada yang mem-back up, kita saweran, kita urunan. Ini adalah awal aksi jilid dua untuk kita nanti meloncat ke Jakarta menemui Bapak Presiden Prabowo,” ujar Anton, Senin (1/6/2026).

TUTURPEDIA - Petani Tebu Blora Ancam Long March ke Jakarta, Desak Perbaikan Pabrik GMM dan Kepastian Nasib Panen

Menurutnya, persoalan utama terletak pada kondisi pabrik gula yang hingga kini belum juga beroperasi optimal.

Ia menilai, jika kerusakan pabrik terus dibiarkan tanpa kejelasan perbaikan, maka target ambisius pemerintah dalam mewujudkan Swasembada Gula Nasional 2027 terancam gagal.

Tak hanya itu, para petani juga membuka kemungkinan membawa persoalan ini ke tingkat legislatif, yakni Komisi IV dan Komisi VI DPR RI, apabila jalur komunikasi dengan pihak eksekutif tidak membuahkan hasil.

Menanggapi ancaman aksi tersebut, Pelaksana Tugas Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Mudiyanti, memastikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Ia membenarkan bahwa pabrik saat ini memang belum beroperasi, namun berbagai langkah telah dilakukan untuk mengantisipasi dampaknya terhadap petani.

“Kami sudah membentuk tim dari internal GMM dan Bulog, bekerja sama dengan petani. Kami mendata tebu yang siap panen dan telah menjalin kerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara serta sejumlah pabrik gula swasta di sekitar untuk pengalihan proses giling,” jelasnya.

Sri juga menepis tudingan bahwa perusahaan ingkar janji terkait kompensasi maupun subsidi biaya angkut yang menjadi tuntutan petani.

Menurutnya, sebagai entitas yang berada di bawah pengawasan BUMN Perum Bulog, setiap pengeluaran dana harus melalui mekanisme dan persetujuan yang ketat.

“Ini bukan ingkar janji, kami masih dalam proses. Ada aturan di BUMN yang harus dilalui, tidak bisa serta-merta mengeluarkan biaya tanpa prosedur,” tegasnya.

Terkait kerusakan fisik pabrik, manajemen PT GMM telah menunjuk tim kajian independen yang dijadwalkan turun langsung ke lokasi di Blora pada pekan depan guna melakukan audit menyeluruh.

Lebih lanjut, Sri mengimbau sekitar 200 petani tebu di wilayah Blora agar tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil langkah drastis. Ia menargetkan dalam dua pekan ke depan akan ada kejelasan terkait evaluasi subsidi angkut serta skema pengalihan panen.

Meski demikian, bagi para petani, waktu adalah faktor krusial. Tanaman tebu yang telah memasuki masa panen tidak bisa menunggu terlalu lama.

Jika tak segera ada kepastian, aksi jilid dua menuju Jakarta tampaknya tinggal menunggu waktu.

tuturpedia.com - 2026