Jateng, Tuturpedia.com – Sebuah interaksi di media sosial mendadak jadi sorotan netizen setelah akun TikTok @gubernurluthfi membalas keluhan warga terkait kenaikan pajak kendaraan bermotor. Di tengah kunjungannya memantau harga pangan di pasar, kolom komentar sang Gubernur justru “diserbu” curhatan soal isi dompet masyarakat.
Keriuhan ini bermula saat seorang netizen dengan akun Shinigami menuliskan keresahannya. “Pak, pajak kendaraan mohon ditinjau kembali.. kami masyarakat sangat keberatan dengan kenaikan,” tulisnya.

Bukan Kebijakan Daerah
Menanggapi hal tersebut, akun Gubernur Luthfi memberikan jawaban yang cukup blak-blakan. Ia menjelaskan bahwa urusan kenaikan tarif tersebut bukan merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melainkan kebijakan dari Pemerintah Pusat.
“Kenaikan dari pusat bukan Jateng, semua provinsi mengalami kenaikan kecuali DKI Jakarta,” balas akun Gubernur Luthfi singkat namun tegas.
Sontak, jawaban ini memicu diskusi lebih lanjut di kalangan warga net. Banyak yang baru menyadari bahwa regulasi tersebut berlaku secara nasional, meski ada pula yang tetap melontarkan kritik pedas terkait fasilitas publik.
Pajak Naik, Jalan Harus Halus
Tak berhenti di situ, netizen lain dengan akun aaaaa menyahut dengan menggunakan bahasa Jawa yang kental, menuntut agar kenaikan pajak diimbangi dengan perbaikan infrastruktur. “Dalan e dialusi Pak, ora gor pajek e sek mundak (Jalannya dihaluskan Pak, jangan cuma pajaknya saja yang naik),” tulisnya, yang kemudian mendapat puluhan dukungan dari pengguna lain.
Aktivitas di Lapangan
Meski kolom komentarnya riuh dengan urusan pajak, unggahan tersebut sebenarnya memperlihatkan aktivitas sang Gubernur yang sedang turun ke lapangan.
Dalam potongan video tersebut, ia terlihat meninjau stok cabai dan kebutuhan pokok lainnya untuk memastikan stabilitas harga pangan di wilayahnya.
Hingga berita ini diturunkan, akun dengan 37,1 ribu pengikut tersebut terus dibanjiri komentar warga yang berharap suara mereka didengar, baik soal urusan pajak maupun perbaikan jalan rusak di pelosok Jawa Tengah.















