Tuturpedia.com — Sebuah infografik bertajuk “Info Lowongan Kerja” viral di media sosial dan memantik perhatian publik. Gambar tersebut menampilkan sejumlah persyaratan umum dalam proses rekrutmen kerja, namun disajikan dengan pendekatan visual yang tidak lazim: Setiap syarat dipasangkan dengan foto tokoh publik nasional.
Dalam infografik itu, persyaratan “ijazah asli” ditampilkan bersama foto Mantan Presiden RI, Joko Widodo. Di bawahnya, syarat “SKCK” dipasangkan dengan potret Presiden RI Prabowo Subianto. Sementara ketentuan “IPK minimal 3.0” diwakili oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Adapun syarat “usia maksimal 25 tahun” divisualkan dengan foto Luhut Binsar Pandjaitan, disusul ketentuan “berpenampilan menarik” yang dipasangkan dengan foto Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Di bagian bawah infografik, terpisah dari daftar utama, muncul foto Thomas Djiwandono yang baru-baru ini didapuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia dengan keterangan “berpengalaman”.
Susunan visual tersebut membuat unggahan ini cepat menyebar. Tanpa narasi panjang, infografik tersebut memanfaatkan asosiasi publik terhadap figur-figur nasional untuk menyampaikan pesan satir tentang standar rekrutmen kerja yang kerap dianggap paradoksal oleh pencari kerja.
Di media sosial, unggahan ini dibaca sebagai sindiran terhadap persyaratan administratif dan kriteria personal yang sering kali dipatok tinggi, namun dinilai tidak selalu berkorelasi langsung dengan kompetensi atau kinerja. Penggunaan tokoh-tokoh publik membuat pesan tersebut terasa dekat dan mudah dipahami, sekaligus memancing diskusi lanjutan.
Sejumlah pengguna media sosial menilai format visual semacam ini lebih efektif dibandingkan kritik tertulis. Dengan pendekatan simbolik, infografik tersebut dianggap mampu menggambarkan ironi dunia kerja tanpa perlu pernyataan eksplisit atau tudingan langsung.
Fenomena ini sejalan dengan tren kritik sosial di ruang digital, di mana meme, poster satir, dan infografik menjadi medium populer untuk menyampaikan keresahan publik. Alih-alih narasi panjang, pesan disampaikan lewat visual yang mengandalkan pemahaman kolektif audiens.
Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari tokoh-tokoh yang fotonya digunakan dalam infografik tersebut. Namun, viralnya unggahan ini menunjukkan bagaimana isu rekrutmen kerja yang kerap dialami langsung oleh masyarakat dapat dengan mudah menjadi bahan perbincangan luas ketika dikemas secara kreatif.
Di tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi, infografik ini menjadi contoh bagaimana kritik sosial dapat hadir dalam bentuk sederhana, ringkas, dan mudah dibagikan, sekaligus membuka ruang diskusi tentang relevansi dan proporsionalitas syarat kerja di Indonesia.***















