Semarang, Tuturpedia.com — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen terus memantau langsung penanganan bencana banjir di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Pekalongan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memastikan para pengungsi mendapatkan fasilitas yang memadai dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi dengan baik.
Sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini menekankan pentingnya kelayakan sarana di posko pengungsian, terutama fasilitas sanitasi. Ia menyebut telah menginstruksikan penambahan WC portable di wilayah terdampak banjir di Pekalongan.

“Untuk Pekalongan sudah saya minta, dan alhamdulillah sekarang sudah tersedia WC portable,” ujar Gus Yasin usai menghadiri rangkaian peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taqwa, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (29/1/2026).
Ia juga mengajak masyarakat terdampak untuk aktif melaporkan kebutuhan mereka kepada petugas di lapangan, agar bantuan dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kalau ada kebutuhan atau informasi tambahan, mohon disampaikan. Kami siap menindaklanjuti. Selain turun langsung, kami juga sangat membutuhkan masukan dari warga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Yasin mengimbau warga Jawa Tengah yang terdampak banjir, longsor, rob, maupun banjir bandang untuk tetap bersabar menghadapi situasi ini. Ia memastikan jajaran Pemprov Jateng akan terus siaga hingga kondisi benar-benar aman dan warga bisa kembali ke rumah masing-masing.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuka lokasi pengungsian baru di kawasan International Batik Centre (IBC), yang dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi.
Namun, sebagian warga memilih bertahan di lokasi pengungsian yang lebih dekat dengan rumah mereka, sehingga menyebabkan kepadatan di beberapa titik. Untuk mengatasi hal tersebut, BPBD bersama pemerintah kecamatan dan desa terus melakukan penataan ulang lokasi pengungsian.
“Kami sudah berkoordinasi dengan camat dan kepala desa agar pengungsi di titik yang terlalu padat bisa digeser, supaya fasilitas yang tersedia bisa dimanfaatkan secara merata,” jelas Agus.
Sebagai catatan, banjir di Kabupaten Pekalongan telah merendam 31 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Bencana ini berdampak pada 60.164 jiwa atau sekitar 19.190 kepala keluarga. Hingga Senin malam (27/1/2026), tercatat masih ada 1.704 warga yang bertahan di lokasi pengungsian, sementara 11.582 rumah dan 60 fasilitas umum dilaporkan terdampak.***
Kontributor Jawa Tengah: Rizal Akbar















