Kudus, Tuturpedia.com — Upaya pencegahan banjir di Jawa Tengah terus diperkuat. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengajak kader PKK untuk menanam pohon secara masif di halaman rumah sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana.
Menurut Nawal, TP PKK Jateng telah menggagas program unggulan bertajuk Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon (Rabu Pon). Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga diarahkan untuk mengurangi risiko bencana di wilayah rawan banjir dan longsor.

“Kita ingin memastikan setiap rumah memiliki tanaman atau pohon yang dapat membantu penyerapan air hujan,” ujar Nawal saat membuka kegiatan Gerakan Rabu Pon di Balai Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan kader PKK dalam gerakan lingkungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mitigasi bencana.

Memasuki musim penghujan, Jawa Tengah dinilai rentan terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, penanaman pohon di pekarangan rumah diharapkan mampu meningkatkan daya resap air dan mengurangi potensi genangan.
Nawal juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Jawa Tengah mencatat lebih dari 2.700 kejadian bencana, termasuk banjir, rob, longsor, pohon tumbang, kebakaran, hingga cuaca ekstrem.

Gerakan Rabu Pon sendiri merupakan inovasi TP PKK Jateng yang mengintegrasikan tiga program nasional, yakni Aku Hatinya PKK, PKK Sigab (Siaga dan Tanggap Bencana), serta Ketapang Mas (Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat).
Dalam kegiatan tersebut, Nawal bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endayani Sam’ani Intakoris, serta puluhan kader PKK menanam sekitar 200 bibit pohon yang berasal dari dukungan CSR Djarum Foundation.
Selain penanaman pohon, TP PKK juga menyalurkan bantuan bibit tanaman, ayam petelur beserta kandangnya kepada warga. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
“Ketahanan pangan tidak hanya soal menanam, tapi juga bagaimana pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk budidaya dan peternakan,” ujar Nawal.
Sebagai langkah lanjutan, ia turut mendorong masyarakat untuk membuat lubang biopori di halaman rumah guna mempercepat penyerapan air hujan dan mengurangi limpasan air ke permukiman.
“Jika gerakan ini dilakukan dari rumah ke rumah, oleh ratusan ribu bahkan jutaan keluarga, dampaknya akan sangat besar dalam menekan risiko banjir,” katanya.
Nawal juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan mulai dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah ke selokan dan sungai agar aliran air tetap lancar.
“Hal kecil seperti pengelolaan sampah sangat menentukan kelancaran aliran air dan pencegahan banjir,” tegasnya.***
Kontributor Jawa Tengah: Rizal Akbar















