Tuturpedia.com — Kontingen Indonesia mencatat capaian signifikan pada ASEAN Para Games (APG) 2025 di Thailand dengan mengoleksi 392 medali, melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 236 medali. Hasil ini menempatkan Indonesia di peringkat kedua klasemen akhir, di bawah tuan rumah Thailand.
Berdasarkan rekapitulasi perolehan medali, Indonesia mengamankan 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Capaian tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu kontingen dengan peningkatan performa paling menonjol dalam ajang olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara tersebut.
Thailand keluar sebagai juara umum dengan 486 medali, terdiri dari 175 emas, 155 perak, dan 156 perunggu. Sementara itu, Malaysia menempati posisi ketiga dengan total 201 medali.
Di bawah tiga besar, Vietnam mengumpulkan 144 medali, disusul Filipina dengan 134 medali. Negara-negara lain yang masuk sepuluh besar antara lain Myanmar (59 medali), Singapura (29), Laos (16), Brunei Darussalam (6), dan Timor Leste (5).
Atletik dan Renang Jadi Mesin Medali
Keberhasilan Indonesia didorong oleh performa kuat di sejumlah cabang olahraga utama. Para atletik menjadi penyumbang medali terbanyak dengan 105 medali, diikuti para renang yang menyumbang 86 medali.
Kontribusi signifikan juga datang dari para tenis meja dengan 43 medali, catur dengan 38 medali, serta para badminton yang menambah 28 medali ke dalam total perolehan Indonesia.
Dominasi di cabang-cabang tersebut menegaskan konsistensi pembinaan atlet disabilitas nasional, terutama dalam nomor-nomor yang selama ini menjadi kekuatan utama Indonesia di tingkat regional.
Melampaui Target, Performa Dinilai Stabil
Jika dibandingkan dengan target awal, pencapaian Indonesia dinilai melampaui ekspektasi. Lonjakan jumlah medali menunjukkan efisiensi strategi pembinaan, kesiapan atlet, serta peningkatan daya saing di sejumlah nomor unggulan.
Meski gagal merebut posisi puncak dari Thailand, raihan posisi kedua tetap dipandang sebagai hasil kompetitif, mengingat kuatnya dominasi tuan rumah dalam beberapa cabang olahraga.
Capaian ini juga menjadi indikator bahwa Indonesia masih menjadi salah satu kekuatan utama di ASEAN Para Games, sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan peringkat pada edisi berikutnya.***















