Semarang, Tuturpedia.com — Ruang kuliah lantai 10 Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) berubah menjadi panggung pertunjukan pada Senin (19/1). Mahasiswa Program Studi S1 Sastra Inggris menampilkan pentas drama tahunan sebagai bagian dari proyek Mata Kuliah Drama yang rutin digelar setiap tahun.
Pentas ini bukan sekadar ajang tampil di depan publik, melainkan bentuk implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Seluruh proses produksi pertunjukan—mulai dari penulisan naskah, penyutradaraan, penataan panggung, hingga pemeranan karakter, dikerjakan sepenuhnya oleh mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut.

Pada tahun ini, dua karya dipentaskan secara berurutan, yakni “The Pestilence of Darkness” dan “Close Enough to Betray”. Keduanya mengangkat tema konflik batin, relasi pertemanan, hingga pengkhianatan, yang disajikan melalui pendekatan dramatik dan imajinatif dengan dialog berbahasa Inggris.
Koordinator Mata Kuliah Drama, Idha Nurhamidah, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa pentas drama ini dirancang untuk menjembatani pemahaman teori dan praktik sastra drama. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami struktur naskah atau teori dramaturgi, tetapi juga mampu menerjemahkannya ke dalam pertunjukan yang utuh.

“Dulu, teater menjadi ruang pertemuan kalangan elit, seperti halnya balet atau orkestra. Tidak menutup kemungkinan, ke depan justru generasi muda kembali menjadikan teater sebagai ruang ekspresi dan pertemuan gagasan,” ujar Idha. Ia berharap mahasiswa dapat dibekali kemampuan penulisan naskah yang rapi, kemampuan akting, serta pengelolaan pementasan yang kreatif dan inovatif.
Bagi mahasiswa, pementasan ini menjadi pengalaman belajar yang komprehensif. Mereka tidak hanya berlatih akting, tetapi juga belajar bekerja dalam tim, mengelola konflik kreatif, berkomunikasi secara efektif, hingga membangun kepercayaan diri tampil di ruang publik.
Salah satu pemeran, Rikha Kummala, mengaku puas dengan proses dan hasil pertunjukan tahun ini. Ia menilai latihan yang panjang membuahkan hasil di atas panggung. “Drama hari ini luar biasa, terutama dari teman-teman yang sudah latihan dengan serius. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya usai pementasan.
Respons positif juga datang dari penonton. Selvi, salah satu mahasiswa yang menyaksikan pertunjukan, menilai penampilan para pemain terasa natural. “Banyak yang tampil seperti aktor profesional. Dialognya mengalir dan tidak terkesan menghafal atau membaca,” katanya.
Pentas drama tahunan ini sekaligus menjadi sarana evaluasi capaian pembelajaran mahasiswa Sastra Inggris UNISSULA, khususnya dalam penguasaan sastra drama secara teoretis dan praktis. Di sisi lain, kegiatan ini juga memperkuat tradisi akademik berbasis seni dan kreativitas di lingkungan kampus.
Dengan konsistensi pelaksanaan setiap tahun, pentas drama Mata Kuliah Drama UNISSULA diharapkan tidak hanya menjadi agenda internal perkuliahan, tetapi juga ruang apresiasi seni pertunjukan yang relevan dengan perkembangan zaman dan minat generasi muda.***
Kontributor Semarang: Rizal Akbar















