Tuturpedia.com — Nama influencer finansial Timothy Ronald kini terseret dalam laporan dugaan penipuan investasi kripto yang tengah diselidiki oleh Polda Metro Jaya. Kasus ini mulai mencuat setelah seorang pria dengan inisial Y melaporkan dugaan kecurangan tersebut ke polisi (11/01).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengonfirmasi adanya laporan itu kepada wartawan. Menurutnya, laporan sudah diterima dan kini masih dalam tahap awal penyelidikan. “Benar ada laporan terkait kripto oleh pelapor inisial Y. Terlapor dalam lidik,” ujar Budi di Gedung Polda, Minggu (11/1/2026).
Kronologi dan Latar Laporannya
Laporan ini sendiri sebenarnya masuk ke kepolisian pada 9 Januari 2026, dan polisi telah mulai memanggil pihak-pihak yang terkait untuk dimintai keterangan. Pelapor, yang menamakan dirinya sebagai Younger, menyatakan bahwa ia mengalami kerugian besar setelah tertarik ikut dalam aktivitas trading kripto yang dipromosikan lewat sebuah komunitas edukasi aset digital yang disebut Akademi Crypto, yang juga melibatkan nama Timothy Ronald bersama rekannya, Kalimasada.
Younger mengaku kerugiannya bukan jumlah kecil: ia menyebut totalnya bisa mencapai sekitar Rp3 miliar, setelah mengikuti berbagai instruksi dan iming-iming keuntungan yang dijanjikan platform tersebut.
Seperti yang ia ceritakan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Younger awalnya tergiur karena melihat gaya hidup mewah dan pesan-pesan “profit cepat” yang ditampilkan oleh Timothy di media sosial. Ia bilang:
“Si TR (Timothy Ronald) ini merupakan satu influencer yang sangat terkenal… saya melihat dia dari Instagram, dari cara dia flexing segala macam, kaya dari kripto cepa” ucap Younger, di Polda Metro Jaya.
Janji Keuntungan vs Kenyataan Kerugian
Para korban, termasuk Younger, mengaku dijanjikan potensi keuntungan besar dari investasi kripto beberapa disebutkan sampai 300% sampai 500% dari modal walau pada akhirnya harga aset yang ditransaksikan anjlok drastis, sehingga modal mereka justru menyusut tajam.
Menurut laporan yang beredar, tak cuma satu atau dua orang yang merasa dirugikan. Sejumlah kelompok korban di komunitas Akademi Crypto menyatakan hampir ratusan hingga ribuan orang ikut terdampak dan mulai mendaftarkan diri untuk ikut melapor.
Respons dan Proses Hukum Saat Ini
Polisi sendiri masih menelaah laporan tersebut secara hati-hati. Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa proses klarifikasi masih berjalan, termasuk mengundang pelapor dan memeriksa bukti-bukti yang diajukan. Sampai saat ini, status kasusnya masih sebagai penyelidikan, dan belum ada tersangka yang ditetapkan.
Siapa Itu Timothy Ronald?
Timothy Ronald dikenal di jagat kripto dan investasi sebagai influencer serta pendiri beberapa edukasi komunitas keuangan sejak usia muda. Ia memiliki banyak pengikut di media sosial dan dikenal kerap membagikan konten soal investasi, termasuk kelas-kelas atau pelatihan seputar aset digital yang diikutinya banyak orang.
Namun, dengan munculnya laporan hukum ini, citra dan jejaknya kini sedang diawasi oleh pihak berwajib. Hingga kini, detikcom belum berhasil mendapatkan tanggapan langsung dari Timothy atau perwakilannya terkait tuduhan ini.***
Penulis: Rizal Akbar || Editor: Permadani T.















