Brebes, Tuturpedia.com — Suasana meriah lomba layang-layang dan fun bike anak di halaman Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes, Minggu (21/9/2025), mendadak berubah mencekam. Bagian teras depan gedung pemerintahan itu ambruk tiba-tiba, menimpa warga dan pekerja yang ada di lokasi.
Angin Kencang dan Suara Retakan
Saksi mata mengungkapkan detik-detik sebelum insiden. Andri (42), warga sekitar, mengatakan cuaca awalnya terik biasa. Namun beberapa detik sebelum runtuh, angin kencang tiba-tiba menerjang.
“Awalnya panas, biasa saja. Tiba-tiba angin kencang sekali, debu sama sampah beterbangan. Lalu saya dengar suara seperti gemeretak dari arah teras, nggak lama langsung ambruk,” tutur Andri.


Keterangan senada disampaikan Andre, warga lain yang berada di lokasi. Menurutnya, suasana riang lomba anak langsung berganti panik ketika bangunan teras roboh.
“Baru saja anak-anak gembira ikut fun bike, mendadak semua teriak dan lari. Situasinya langsung kacau,” kata Andre.
Peristiwa ini menyebabkan tiga orang terluka, dua di antaranya merupakan pekerja bangunan yang sedang memperbaiki bagian depan gedung. Korban bernama Juswanto (39) mengalami luka cukup parah setelah tangannya terjepit puing beton dan besi selama hampir satu jam. Ia baru bisa dievakuasi setelah tim menggunakan alat pemotong.
Korban kedua, Abdullah (35), mengalami luka ringan, sementara seorang warga lain hanya menderita lecet dan sudah diperbolehkan pulang.
“Satu korban luka berat, satu luka ringan, dan satu lagi hanya lecet,” ujar petugas medis yang menangani evakuasi.
Diduga Ada Retakan Sebelum Ambruk
Fakta di lapangan menunjukkan, teras KPT Brebes sebenarnya sedang dalam tahap perbaikan ketika insiden terjadi. Beberapa pekerja bahkan sempat melihat adanya retakan pada sisi utara bangunan.
Salah satu pekerja mengatakan, mereka sudah mendengar bunyi aneh dari struktur bangunan sejak pagi.
“Ada suara retak-retak kecil. Tiba-tiba pas angin kencang datang, langsung runtuh,” ungkap seorang pekerja di lokasi.
Penyelidikan dan Tindak Lanjut
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes bersama Dinas Pekerjaan Umum menyatakan akan segera melakukan penyelidikan teknis untuk memastikan penyebab utama ambruknya teras. Lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi untuk menjaga keamanan.
“Kami sedang menelusuri penyebab pasti. Apakah murni faktor cuaca atau ada masalah konstruksi. Semua akan kami kaji,” kata perwakilan Pemkab Brebes.
Selain itu, Pemkab menegaskan bahwa gedung KPT diasuransikan, sehingga pihak asuransi akan turun ke lapangan untuk menilai kerusakan.
Warga Harap Pemerintah Transparan
Bagi warga, kejadian ini menyisakan trauma sekaligus pertanyaan. Mereka berharap pemerintah segera mengungkap hasil investigasi secara transparan.
“Kami khawatir karena gedung KPT ini tempat pelayanan masyarakat. Kalau strukturnya bermasalah, bisa bahaya lagi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Ambruknya teras Gedung KPT Brebes menjadi pelajaran penting tentang keselamatan bangunan publik. Faktor cuaca berupa angin kencang disebut ikut memicu, namun dugaan retakan struktur membuat investigasi teknis harus segera dilakukan. Sementara itu, masyarakat berharap pelayanan publik tetap berjalan aman tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Penulis: Permadani T. || Editor: Permadani T.















