banner 728x250
News  

Wujudkan Masyarakat Tani yang Berdaya, Muhammadiyah Jawa Barat Ciptakan Program Inovatif ‘Beasmu’

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat rilis program beasmu untuk masyarakat tani. Foto: muhammadiyah.or.id
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat rilis program beasmu untuk masyarakat tani. Foto: muhammadiyah.or.id
banner 120x600

Tuturpedia.com – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat merilis sebuah program inovatif bernama Beasmu di Lengkong Wetan, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu (22/9/2024).

Program tersebut juga berkolaborasi dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan Lazismu.

Tujuan dari diadakannya program Beasmu adalah untuk memberdayakan masyarakat tani serta meningkatkan ketahanan pangan di wilayah sekitar.

Ketua PWM Jawa Barat, Ahmad Dahlan menerangkan, program Beasmu adalah salah satu dari visi besar Muhammadiyah di abad kedua yang mengangkat konsep “Islam Berkemajuan”. 

Munculnya visi ini didorong oleh kebutuhan dalam mengatasi segala permasalahan yang dialami umat dan bangsa, seperti kebodohan, kemiskinan, formalisme, ketertinggalan, serta tradisionalisme yang menghambat kemajuan. 

“Sejak memasuki abad kedua, Muhammadiyah telah berkomitmen untuk terus membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan masyarakat dari jerat kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan,” ungkap Ahmad Dahlan.

Hasil panen raya dari Beasmu akan diorientasikan untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat tani, terutama di daerah pedesaan. 

Program ini juga diharapkan membuka kesempatan bagi masyarakat supaya mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Lebih lanjut, Ahmad Dahlan menyampaikan bahwa Muhammadiyah turut membentuk sejumlah majelis, misalnya Majelis Pemberdayaan Masyarakat.

“Dalam kegiatan panen raya ini, kita melihat sinergi antar majelis dan lembaga di Muhammadiyah, seperti MPM dan Lazismu Jawa Barat yang mendukung penuh acara ini. Nantinya, hasil panen akan dikelola dan dipasarkan,” sambungnya.

Ketua MPM PWN Jawa Barat Lutfi Nurdianchah menuturkan bahwa program Beasmu dilatarbelakangi oleh kondisi beras non-organik di Indonesia yang diproduksi menggunakan pupuk dan pestisida kimia.

Beas dalam bahasa Sunda artinya beras. Mu itu Muhammadiyah. Program ini bertujuan untuk memberdayakan petani di wilayah Jawa Barat sekaligus menyediakan alternatif beras sehat yang terjangkau bagi masyarakat,” ucapnya.

“Selain itu, kebergantungan pada petani terhadap pupuk dan pestisida kimia juga menjadi persoalan yang menggerus kesejahteraan mereka. Biaya produksi yang tinggi tidak sebanding dengan penghasilan yang didapatkan sehingga kesejahteraan petani masih terbilang memprihatinkan,” tegas Lutfi.

Implementasi program Beasmu di Majalengka berkolaborasi dengan MPM Jawa Barat dan Jatam (Jamaah Tani Muhammadiyah) Majalengka.

Sistem pertanian yang diadopsi yaitu “Jatam Pro”, sebuah mikrobakteri hasil riset MPM dan Jatam Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Syafie Latuconsina sebagai Dewan Pakar MPM bertindak sebagai pendamping program ini,” ungkap Lutfi.

Ia berharap, program ini mampu memenuhi kebutuhan beras sehat di Jawa Barat, menjadi ikon beras sehat di Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

“Melalui Beasmu, Muhammadiyah Jawa Barat berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat dan kesejahteraan petani, sekaligus membangun ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan,” ucap Lutfi berharap.***

Penulis: Ixora F

Editor: Annisaa Rahmah

tuturpedia.com - 2026