Tuturpedia.com – Politisi Demokrat, Andi Mallarangeng bercerita mengenai sosok kakeknya, Andi Patoppoi yang pernah menjadi Bupati Grobogan.
Lewat keterangan dalam Instagram pribadinya, @andi_a_mallarangeng, Andi mengklaim bahwa sang kakek adalah orang luar Jawa pertama, yang menjabat bupati di tanah Jawa.
Saat menyambangi Bupati Grobogan, Sri Sumarni, hari ini, Kamis (25/1/2024), Andi Mallarangeng melakukan napak tilas sejarah Andi Patoppoi, sang kakek kala menjadi orang nomor satu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
“Napak tilas jejak kakek saya, Andi Patoppoi yang menjadi Bupati Grobogan tahun 1954-1957. Mungkin orang luar Jawa pertama yang menjadi bupati di Jawa,” tulis Andi dalam keterangannya.
Menurut cerita Andi, di masa pemerintahan Presiden Soekarno, sang presiden datang ke Makassar dan berpidato di depan jajaran aparatur sipil negara (ASN) saat itu.
Bung Karno menantang ASN muda lulusan sekolah OSVIA atau MOSVIA agar berani memimpin di luar pulau. OSVIA maupun MOSVIA merupakan sekolah pendidikan bagi calon pegawai bumiputra (ASN) pada zaman Hindia Belanda.
Tanpa pikir panjang, Andi Patoppoi sigap mengancungkan tangan di hadapan Bung Karno untuk menjadi pemimpin daerah di luar wilayahnya.
“Intinya, Bung Karno menantang ASN muda lulusan OSVIA/MOSVIA. Dia mengatakan, ‘kalau mau jadi pemimpin jangan hanya berani memimpin di kampung sendiri. Apakah saudara siap?’ katanya. Kakek saya berdiri dan menjawab: Siap!” kenang Andi.
Bagi Andi, pemikiran Bung Karno menjadi inspirasi, lantaran menggugah semangat para pemuda untuk dapat berperan di seluruh daerah di Indonesia.
“Pikiran Bung Karno adalah nation building. Pemuda Sulawesi harus berani bertugas di Jawa, pemuda Jawa harus berani bertugas di Sumatra, dan pemuda Sumatra harus mau ditugaskan di Kalimantan atau Sulawesi, dan sebaliknya,” ucap Andi.
Tidak lama setelah Bung Karno kembali, keluar besluit (keputusan) untuk Andi Patoppoi yang ditugaskan menjadi Asisten Residen di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Setahun kemudian, terjadi peristiwa nahas yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan membakar Pendopo Kabupaten Grobogan. Saat itu, Bupati Grobogan tewas. Lalu, Andi Patoppoi kemudian dilantik menjadi Bupati Grobogan ke-21.
Andi Patoppoi diketahui menjabat sebagai Bupati Grobogan selama empat tahun, sejak 1954-1958.
“Saya membayangkan, Grobogan saat itu di tengah hutan jati, terbelakang, dan di tengah konflik, sementara Republik Indonesia masih tertatih. Pasti tidak mudah menjadi Bupati Grobogan saat itu. I’m proud of you Petta Lato (sebutan kami kepada kakek),” tuturnya.
“Saya senang, Grobogan sekarang sudah jauh lebih maju. Semoga Grobogan terus berkembang dan sejahtera. Grobogan selalu ada di hati kami keluarga besar Andi Patoppoi,” ucap Andi.
Di akhir kunjungannya, Andi mengucapkan terima kasih kepada Sri Sumarni, selaku Bupati Grobogan karena mau menerima kedatangannya dengan baik, serta memberikan buku tentang sejarah Grobogan.***
Penulis: Angghi Novita
Editor: Nurul Huda
















