banner 728x250

Gencatan Senjata dengan Hamas, Israel Masih Serang Warga Gaza yang Akan Kembali ke Rumah

Dalam periode gencatan senjata dengan Hamas, Israel masih menyerang warga Gaza saat akan pulang ke rumah. Foto: Freepik.com/freepik
Dalam periode gencatan senjata dengan Hamas, Israel masih menyerang warga Gaza saat akan pulang ke rumah. Foto: Freepik.com/freepik
banner 120x600

Tuturpedia.com Gencatan senjata empat hari antara Israel dan Hamas, kelompok Palestina penguasa Gaza, secara resmi dimulai pada Jumat (24/11/2023). 

Kesepakatan ini mencakup penghentian serangan oleh Israel dan pembebasan sejumlah tawanan yang ditahan oleh Hamas. 

Israel Tembaki 15 Warga Gaza Saat Akan Kembali ke Rumah

Seorang saksi mata di Gaza melaporkan bahwa pasukan Israel mengarahkan tembakan ke arah penduduk Palestina yang kembali ke rumah pada hari pertama gencatan senjata, Jumat (24/11/2023). 

Maha Hussaini, seorang jurnalis dari Middle East Eye, mengungkapkan bahwa sekitar dua jam setelah gencatan senjata diberlakukan, tentara Israel membuka tembakan untuk mencegah warga Palestina kembali ke rumah mereka.

“Pasukan Israel menembaki warga Palestina yang mencoba pulang ke rumah mereka di timur Maghazi, Gaza Tengah,” tutur Hussaini, dikutip Middle East Eye.

Dalam kesaksiannya, dia mengungkapkan bahwa dia berdiri di balkon rumah pengungsi dan dapat mendengar suara senapan mesin Israel di sebelah timur.

Laporan dari Haaretz menyebutkan bahwa sebanyak 15 warga Palestina mengalami luka-luka sebagai dampak dari serangan Israel saat mereka berusaha kembali ke rumah mereka.

Gencatan Senjata 4 Hari

Mediator dalam kesepakatan ini adalah Qatar, yang menyatakan bahwa gencatan senjata sementara akan dimulai pada pukul 07.00 pagi waktu setempat.

“(Sebanyak) 13 tawanan yang ditahan oleh Hamas akan dibebaskan pada pukul 4 sore dengan peningkatan bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza sesegera mungkin,” ungkap Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari.

Para tawanan Hamas dari keluarga yang sama akan dikelompokkan, dan total 50 warga sipil akan dibebaskan dalam empat hari. 

Selain itu, warga Palestina yang ditahan oleh Israel, termasuk perempuan dan anak-anak, juga akan dibebaskan, meskipun jumlahnya tidak diumumkan secara resmi.

Penting untuk dicatat bahwa kesepakatan ini bersifat timbal balik, dengan harapan pembebasan juga terjadi di pihak Israel terhadap tahanan Palestina. 

Palang Merah juga terlibat dalam proses pembebasan tawanan di Gaza, dengan tujuan untuk menjaga keselamatan para sandera.

Gencatan senjata ini seharusnya dimulai pada Kamis, tetapi mengalami penundaan karena belum ada data tentang sandera dan kesepakatan belum ditandatangani oleh Hamas, menurut beberapa sumber Israel dan Mesir.

Hamas Konfirmasi Adanya Gencatan Senjata

Sayap bersenjata Hamas mengonfirmasi melalui pernyataan di Telegram bahwa gencatan senjata empat hari akan dimulai pada pukul 7 pagi pada Jumat, (24/11/2023). 

Selama periode gencatan senjata, semua aksi militer oleh Brigade Qassam Hamas dan pasukan Israel akan dihentikan.

Kantor perdana menteri Israel menyatakan bahwa mereka telah menerima daftar awal sandera yang akan dibebaskan dari Gaza dan sedang memeriksa rincian tersebut serta menghubungi keluarga para sandera.

Harapan Gencatan Senjata Permanen

Pengumuman ini muncul setelah hampir tujuh minggu pertempuran intensif, saat serangan Hamas ke Israel dan tanggapan Israel menyebabkan kerugian besar. 

Serangan ini menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 240 orang, memicu perang dari pihak Israel. 

Kondisi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk karena pembatasan akses terhadap makanan, listrik, dan bahan bakar, serta serangan militer yang mengakibatkan ratusan ribu warga Palestina mengungsi.

Meskipun gencatan senjata ini memberikan harapan sementara, banyak organisasi kemanusiaan menekankan bahwa solusi jangka panjang hanya bisa dicapai melalui gencatan senjata permanen, sebuah langkah yang belum diumumkan oleh Israel dan Hamas. 

Respons warga terhadap gencatan senjata ini bervariasi, sebagian menyambutnya sebagai kesempatan untuk tidur dengan nyenyak setelah hari-hari ketegangan dan pengeboman terus-menerus dan suara pesawat jet yang tiada hentinya.***

Penulis: Muhamad Rifki

Editor: Nurul Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

tuturpedia.com - 2026