banner 728x250
News  

153 Warga Negara China Dideportasi Akibat ‘Love Scam,’ Total Kerugian Mencapai US$ 1.3 Juta!

Ratusan warga negara China dideportasi karena melakukan love scam. FOTO: Instagram.com/humaspoldakepri
Ratusan warga negara China dideportasi karena melakukan love scam. FOTO: Instagram.com/humaspoldakepri
banner 120x600

Tuturpedia.com – Indonesia dikejutkan dengan sindikat geng kriminal yang melakukan penipuan melalui kisah romansa ‘love scam.’

Diketahui Polri sudah mendeportasi 153 warga negara Tiongkok karena penipuan tersebut dan menjerat ratusan korban di negara asal mereka. 

Dilansir Tuturpedia.com dari FBI, Senin (25/9/23) love scam atau romance scam dapat terjadi ketika penjahat menggunakan identitas online palsu untuk mendapatkan kasih sayang dan kepercayaan korban.

Setelah itu, mereka akan menggunakan ilusi hubungan romantis untuk memanipulasi dan mencuri sejumlah uang dari korban. 

Biasanya, para pelaku akan menggunakan situs kencan dan media sosial untuk menggaet korban.

Setelah itu, mereka seringkali mengaku bekerja di industri bangunan dan konstruksi luar negeri untuk menghindari pertemuan langsung dengan korban.

Dengan itu, mereka akan leluasa meminta uang korban dengan alasan keadaan darurat. 

Kronologi Love Scam yang Dilakukan Warga China

153 tersangka termasuk 5 orang perempuan ditangkap pada Agustus 2023 yang lalu di sebuah kawasan industri di Batam.

Menurut laman resmi Polri, mereka tertangkap dari 2 operasi yang berbeda pada Agustus 2023. 

Operasi pertama Polda Kepulauan Riau berhasil menangkap 132 tersangka dan operasi kedua Polda Kalimantan Barat berhasil menangkap 21 tersangka. 

Dilansir dari laman South China Morning Post, Polisi setempat mengatakan jika geng kriminal tersebut sudah mulai beroperasi dari awal 2023. 

Mereka memasuki wilayah Indonesia dengan menggunakan visa turis dan melakukan tindakan kriminal tersebut dari Indonesia setelah pemerintah Tiongkok menindak jaringan mereka. 

Target geng kriminal tersebut adalah sesama warga Tiongkok. Mulanya, mereka akan menghubungi calon korban melalui internet.

Lalu, mereka meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang dan menjalin hubungan romantis melalui panggilan video. 

Lima orang tersangka wanita merayu para korban untuk mengirimkan uang sebelum mereka melakukan tindak seksual selama panggilan video berlangsung.

Sementar kaki tangan tersangka (laki-laki) membantu merekam video tersebut. 

Setelah panggilan video tersebut terjadi, geng kriminal ini kembali memeras sejumlah uang dari korban.

Mereka juga tidak segan mengancam akan menyebarkan klip korban di media sosial jika menolak membayar sejumlah uang. 

Saat polisi menangkap sindikat tersebut, diketahui geng kriminal ini telah menipu sebesar 1,3 juta US Dolar dari korbannya. 

Selain itu, Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB pada Agustus juga mengatakan jika geng kriminal ini melakukan pemaksaan.

Mereka mengatakan, geng kriminal ini memaksa ribuan warga Asia Tenggara lainnya untuk mengambil bagian dalam penipuan online yang melanggar hukum, seperti taktik romantis palsu, investasi bodong, hingga perjudian ilegal. 

Love Scam Pernah Terjadi di Indonesia pada 2017

Hal yang sama pernah terjadi juga di Indonesia. Pada tahun 2017, polisi menangkap sebanyak 419 warga negara Tiongkok dan Taiwan di Jakarta.

Ratusan tersangka tersebut diketahui terlibat dalam sindikat penipuan telepon dan investasi online

Para tersangka dipenjara selama dua bulan di Indonesia dengan denda sebesar 770 US Dolar karena melanggar visa. 

Setelah itu, mereka dipulangkan ke negara mereka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Untuk kasus yang terjadi pada 2023, pihak berwenang di Indonesia telah berhasil mendeportasi para tersangka melalui Bandara Internasional Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu (20/9/23).

Menurut laman resmi Polri, para tersangka dideportasi menggunakan tiga pesawat dan dikawal oleh 300 personel penegak hukum Tiongkok. 

Walaupun tidak ditemukan adanya korban yang berasal dari negara Indonesia, Polri  tidak akan pernah membiarkan wilayahnya digunakan untuk melakukan tindak kejahatan.***

Penulis: Anna Novita Rachim

Editor: Nurul Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000326

118000327

118000328

118000329

118000330

128000316

128000317

128000318

128000319

128000320

128000321

128000322

128000323

128000324

128000325

138000296

138000297

138000298

138000299

138000300

148000336

148000337

148000338

148000339

148000340

148000341

148000342

148000343

148000344

148000345

158000201

158000202

158000203

158000204

158000205

158000206

158000207

158000208

158000209

158000210

158000211

158000212

158000213

158000214

158000215

158000216

158000217

158000218

158000219

158000220

168000286

168000288

168000291

168000292

168000293

168000294

168000295

168000296

168000297

168000298

168000299

168000300

168000301

168000302

168000303

168000304

168000305

168000306

168000307

168000308

168000309

168000310

168000311

168000312

168000313

168000314

168000315

178000376

178000377

178000378

178000379

178000380

178000381

178000382

178000383

178000384

178000385

178000386

178000387

178000388

178000389

178000390

178000391

178000392

178000393

178000394

178000395

188000376

188000377

188000378

188000379

188000380

188000381

188000382

188000383

188000384

188000385

188000386

188000387

188000388

188000389

188000390

188000391

188000392

188000393

188000394

188000395

188000396

188000397

188000398

188000399

188000400

188000401

188000402

188000403

188000404

188000405

198000275

198000276

198000277

198000278

198000279

198000280

198000281

198000282

198000283

198000284

198000285

198000286

198000287

198000288

198000289

198000290

198000291

198000292

198000293

198000294

198000295

198000296

198000297

198000298

198000299

198000300

198000301

198000302

198000303

198000304

208000086

208000087

208000088

208000089

208000090

208000091

208000092

208000093

208000094

208000095

208000096

208000097

208000098

208000099

208000100

208000101

208000102

208000103

208000104

208000105

208000106

208000107

208000108

208000109

208000110

208000111

208000112

208000113

208000114

208000115

208000116

208000117

208000118

208000119

208000120

208000121

208000122

208000123

208000124

208000125

218000201

218000202

218000203

218000204

218000205

218000206

218000207

218000208

218000209

218000210

218000211

218000212

218000213

218000214

218000215

218000216

218000217

218000218

218000219

218000220

228000151

228000152

228000153

228000154

228000155

228000156

228000157

228000158

228000159

228000160

228000161

228000162

228000163

228000164

228000165

228000166

228000167

228000168

228000169

228000170

228000171

228000172

228000173

228000174

228000175

228000176

228000177

228000178

228000179

228000180

228000181

228000182

228000183

228000184

228000185

228000186

228000187

228000188

228000189

228000190

238000271

238000272

238000273

238000274

238000275

238000276

238000277

238000278

238000279

238000280

238000281

238000282

238000283

238000284

238000285

238000286

238000287

238000288

238000289

238000290

238000291

238000292

238000293

238000294

238000295

238000296

238000297

238000298

238000299

238000300

238000301

238000302

238000303

238000304

238000305

238000306

238000307

238000308

238000309

238000310

news-1701