News  

900 Rumah Terdampak Tanah Gerak Direlokasi, Gubernur Jateng Percepat Pemindahan ke Hunian Sementara

TUTURPEDIA - 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak Direlokasi, Gubernur Jateng Percepat Pemindahan ke Hunian Sementara
banner 120x600

Semarang, Tuturpedia.com – Penanganan bencana tanah gerak di sejumlah wilayah Jawa Tengah terus dipercepat. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan proses relokasi warga terdampak segera dilakukan, menyusul kondisi tanah yang dinilai sudah tidak aman untuk dihuni.

Data terbaru mencatat sekitar 900 rumah masuk daftar relokasi. Jumlah terbesar berada di Kabupaten Tegal, disusul Purbalingga, Pemalang, dan Batang.

TUTURPEDIA - 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak Direlokasi, Gubernur Jateng Percepat Pemindahan ke Hunian Sementara

Langkah cepat ini diambil karena curah hujan masih tinggi dan potensi bencana susulan tetap mengintai. Pemerintah menargetkan warga segera dipindahkan dari lokasi pengungsian ke hunian sementara yang lebih aman.

“Kami sudah instruksikan ke para bupati. Lahan sudah tersedia di wilayah Perhutani dan sudah dicek keamanannya,” ujar Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu (11/2/2026).

Secara rinci, relokasi mencakup sekitar 800 rumah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Selain itu, 50 rumah di Purbalingga, 30 di Pemalang, dan 20 di Batang juga akan dipindahkan.

Pemprov Jateng menegaskan bahwa lokasi relokasi tidak hanya dipilih berdasarkan faktor keamanan. Akses pendidikan anak-anak, fasilitas umum, hingga peluang mata pencaharian warga turut menjadi pertimbangan utama.

Setelah lokasi ditetapkan, tantangan berikutnya adalah meyakinkan warga agar bersedia pindah. Tidak sedikit yang masih bertahan karena alasan pekerjaan atau khawatir meninggalkan harta benda. Untuk itu, Pemprov menggandeng TNI dan Polri bersama pemerintah kabupaten untuk memberikan pendampingan dan edukasi secara persuasif.

Di sisi lain, Dinas Sosial diminta melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak, termasuk kondisi ekonomi dan kepemilikan aset. Tujuannya agar proses relokasi berjalan tertib dan tidak ada hak warga yang terabaikan.

Saat ini, warga terdampak di Kabupaten Tegal masih berada di pengungsian. Pemerintah memastikan kebutuhan dasar seperti makanan dan layanan kesehatan terpenuhi. Dapur umum dan posko kesehatan telah disiagakan, termasuk dukungan pendidikan bagi anak-anak.

“Kalau ada kekurangan, segera laporkan. Pangan dan kesehatan warga adalah prioritas,” tegas Luthfi.

Ia juga meminta para kepala daerah segera menetapkan status tanggap darurat lokal jika terjadi bencana, meskipun skalanya terbatas. Dengan penetapan tersebut, pemerintah provinsi bisa langsung turun tangan membantu penanganan, mulai dari evakuasi hingga pemulihan.

Menutup keterangannya, Luthfi mengingatkan masyarakat Jawa Tengah untuk tetap waspada. Dengan intensitas hujan yang masih tinggi, potensi longsor, banjir, rob, maupun tanah gerak masih bisa terjadi sewaktu-waktu.***

Kontributor Jawa Tengah: Rizal Akbar

tuturpedia.com - 2026